Bearing Designation/Penamaan Bantalan

Penamaan bantalan menggambarkan jenis bantalan, daya dukung bebannya, dan diameter poros yang akan dipasang.

Digit pertama mewakili jenis bantalan, digit kedua dan ketiga mewakili daya dukung beban, yaitu lebar dan diameter luar bantalan. Dua digit terakhir mewakili diameter poros di mana bantalan harus dipasang.

Diameter lubang diperoleh dengan mengalikan dua angka terakhir dengan 5. Ini hanya berlaku jika dua digit terakhir adalah 4 ke atas. Kurang dari 4, diameter bantalan tetap seperti yang diberikan pada Tabel 1.

Dua Digit TerakhirDiameter Dalam Bantalan
0010
0112
0215
0317
Tabel 1. diamter dalam bearing

Posisi digit pertama mewakili jenis bantalan seperti yang diberikan pada Tabel 2.

Digit PertamaJenis Bearing
0Angular contact ball bearing double row
1Self-aligning bearing
2Spherical roller bearing
4Deep groove ball bearing double row
6Deep groove ball bearing single row
7Angular contact ball bearing single row
NCylindrical bearing
5Thrust ball bearing
3Taper roller bearing
8Cylindrical roller thrust bearing
QJFour point angular contact ball bearing
Tabel 2. Jenis bearing

Digit kedua dan ketiga mewakili daya dukung beban.

Digit KeduaJenis Beban
0Extra light load
1Light load
2Medium load
3Heavy load
4Extra heavy load
Tabel 3. Tingkat beban

Contoh bearing no 6206

  1. Digit pertama ‘6’ menunjukkan bahwa itu adalah bantalan bola baris tunggal dalam alur/deep groove single row ball bearing.
  2. Digit kedua ‘2’ mewakili beban bantalan ukuran sedang.
  3. Dua digit terakhir ’06’ mewakili 06 × 5 = 30 mm, diameter poros di mana bantalan harus dipasang.

Jika spesifikasi bantalan tidak diberikan atau diketahui jenisnya diketahui dari konstruksinya. Tiga dimensi yang berguna untuk diukur adalah: diameter luar D, diameter dalam d, lebar atau tinggi jika itu adalah bantalan dorong/thrust.

Pengukuran bantalan silinder

D = diameter luar, d = diameter dalam, W = lebar bantalan

Thrust bearing/bantalan dorong

Pengukuran bantalan dorong

D = diameter luar, d = diameter dalam, H = tinggi bantalan

>>> KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TENTANG ELEMEN MESIN LAINNYA!

Kontributor : Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

Sumber:

Niijjaawan, Neeraj dan Rasshmi Niijjaawan. 2010. Modern Approach to Maintenance in Spinning. New Delhi: Woodhead Publishing India Pvt. Ltd.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments