Navigation Buttons

Effective Plastic Strain pada Metal Forming: Konsep Kunci dalam Deformasi Logam

Dalam dunia manufaktur logam, effective plastic strain (EPS) atau regangan plastis efektif merupakan parameter fundamental yang menentukan keberhasilan proses pembentukan logam. EPS mengukur tingkat deformasi plastis kumulatif yang dialami material selama proses metal forming seperti stamping, forging, atau rolling. Parameter ini tidak hanya memengaruhi bentuk akhir produk tetapi juga sifat mekanik dan integritas struktural material

Dasar Konseptual Effective Plastic Strain

Secara matematis, EPS didefinisikan sebagai integral dari komponen plastis tensor laju deformasi terhadap waktu:

ε_p = ∫ √[2/3 (Dp)_ij * (Dp)_ij] dt

Di mana (Dp)_ij merepresentasikan komponen plastis dari tensor rate of deformation. Berbeda dengan regangan total (elastis+plastis), EPS bersifat monotonically increasing artinya nilainya hanya bertambah ketika material mengalami yielding dan tidak pernah berkurang.

Analoginya mirip dengan pegas mekanis: saat ditarik dalam batas elastis, pegas akan kembali ke bentuk semula. Namun ketika melewati titik yield, terjadi deformasi permanen – inilah domain EPS. Dalam logam, transisi ini dimediasi oleh pergerakan dislokasi dalam struktur kristal. Setiap dislokasi yang bergerak menyumbang pada akumulasi EPS, mengubah bentuk mikro dan sifat makro material.

Mekanisme Deformasi Plastik pada Skala Mikro

Pada tingkat mikroskopis, akumulasi EPS terjadi melalui beberapa mekanisme kunci:

  1. Slip Sistem Kristal: Atom-atom bergeser sepanjang bidang kristal tertentu di bawah tegangan geser. Proses ini menghasilkan dislocation pile-ups (tumpukan dislokasi) yang meningkatkan kepadatan dislokasi dan menimbulkan work hardening.

  2. Twinning: Deformasi di mana bagian kristal mencerminkan orientasi asli, menyebabkan perubahan bentuk melalui pergeseran fraksional jarak atom.

  3. Dinamika Batas Butir: Batas antar butir berfungsi sebagai penghalang dislokasi. Material berbutir halun memiliki lebih banyak batas butir, sehingga memerlukan tegangan lebih tinggi untuk deformasi plastis – fenomena yang dijelaskan oleh persamaan Hall-Petch:

σ_y = σ_i + K_y / √D

Di mana σ_y adalah tegangan luluh, D diameter butir, dan K_y konstanta material.

Selama deformasi, logam mengalami berbagai fenomena metalurgi seperti work hardeningdynamic recovery (DRV), dan dynamic recrystallization (DRX). Interaksi fenomena ini membentuk kurva alir (flow curve) yang menjadi dasar pemodelan EPS.

Peran Kritis dalam Proses Metal Forming Industri

Dalam aplikasi industri, EPS menjadi parameter kritis untuk:

  • Memperkirakan Batas Pembentukan (Forming Limits): Diagram Polar Effective Plastic Strain – Forming Limit Diagram (PEPS-FLD) digunakan untuk memprediksi kegagalan material seperti necking atau retak selama proses pembentukan, terutama pada Advanced High-Strength Steels (AHSS) seperti baja DP440. Berbeda dengan FLD konvensional, PEPS-FLD bersifat path-independent sehingga akurat untuk deformasi kompleks.

  • Mengoptimalkan Proses Pembentukan: Pada baja DP440, simulasi berbasis EPS memungkinkan prediksi kedalaman pembentukan maksimal dalam two-step forming. Validasi eksperimen menunjukkan kesalahan kurang dari 5% antara prediksi dan hasil aktual.

  • Mendesain Material untuk Crashworthiness: Di industri otomotif, EPS menentukan kemampuan komponen menyerap energi selama tabrakan. Nilai EPS yang lebih tinggi sebelum keruntuhan menunjukkan material lebih “ulet”.

  • Mengontrol Ukuran Butir melalui SPDSevere Plastic Deformation seperti High-Pressure Torsion (HPT) menghasilkan EPS >1 untuk memperoleh ultra-fine grains berukuran sub-mikron. Material hasil SPD menunjukkan kekuatan hingga 2-4 kali lipat dibanding kondisi awal.

Kesimpulan

Effective Plastic Strain bukan sekadar besaran teknis, tapi jantung proses metal forming modern. Pemahaman mendalam tentang EPS memungkinkan desain proses yang presisi, prediksi kegagalan akurat, dan optimasi material untuk kinerja tertinggi. Baik dalam simulasi FEA maupun aplikasi severe plastic deformation, kontrol terhadap EPS adalah kunci menuju efisiensi manufaktur dan inovasi produk logam.

KONTRIBUTOR: Daris Arsyada

Sumber:

https://www.intechopen.com/chapters/76839 (diakses pada tanggal 20 Juni 2025)

A. Nakwattanaset;S. Suranuntchai;S. Panich;. (2020). Strain- and stress-based forming limit curves of DP440 steel sheet with application to the cross-die forming test . THE SECOND MATERIALS RESEARCH SOCIETY OF THAILAND INTERNATIONAL CONFERENCEAIP Conference Proceedings, (), –. doi:10.1063/5.0022977