Simulasi Mengevaluasi Kekuatan dan Perilaku Kontak dari Pompa Piston Aksial Bosch
Pompa piston aksial adalah sumber tenaga untuk banyak mesin dinamis, terutama untuk aplikasi tekanan tinggi. Pompa piston aksial dari Bosch dirancang menggunakan teknologi mutakhir untuk memberikan pelanggan efisiensi dan keandalan tertinggi. Pompa aksial Bosch memimpin kelasnya dengan daya tinggi kepadatan, desain ekonomis dan ukuran kecil.
Tantangan
Bosch harus terus mengembangkan pompa untuk aplikasi dan lingkungan kerja baru sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Tantangan utama adalah untuk mempertahankan kekuatan pompa sambil mengoptimalkan parameter desain, dan untuk memastikan faktor keamanan yang optimal untuk siklus operasi yang lebih lama. Simulasi struktural Ansys, divalidasi dengan pengujian fisik, digunakan untuk menjawab tantangan tersebut.

Solusi Teknis
- Ansys Mechanical digunakan untuk melakukan simulasi struktural statis dan memeriksa kekuatan pompa.
- Ansys DesignXplorer (optimasi parametrik) digunakan untuk mengoptimalkan dimensi desain.
- Simulasi teknik Ansys mengoptimalkan desain, memprediksi area kritis, dan secara dekat cocok dengan hasil tes fisik bangku.


Keuntungan
- Penghematan waktu pengembangan produk penting dengan memprediksi area kritis kegagalan menggunakan Ansys.
- Simulasi Ansys menyarankan lebih banyak perubahan desain untuk kinerja pompa yang optimal dengan lebih sedikit waktu dibandingkan dengan metode build-and-test konvensional.
- Perusahaan menjadi memiliki waktu lebih untuk evaluasi produk
PT Tensor memberikan jasa konsultasi Finite Element Analysis (FEA) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk desain engineering. Kami juga memberikan tutorial-tutorial gratis penggunaan software nya di kanal youtube kami. Hubungi kami sekarang juga!
>> KLIK DI SINI UNTUK JASA KONSULTASI
>> YOUTUBE PT TENSOR
>> KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL LAINNYA!
Kontributor: Daris Arsyada
Sumber:
https://www.ansys.com/content/dam/product/structures/mechanical/bosch-case-study.pdf (diakses pada tanggal 10 Maret 2022)
Multiphysics Analysis (Analisis Multifisika)
Kita dapat menggambarkan apa yang terjadi di dunia menggunakan seperangkat hukum fisika. Sejak tahun 1940-an, kita telah menggunakan komputer untuk memahami fenomena fisik. Awalnya, sumber daya komputasi langka, sehingga efek fisik diamati secara terpisah. Tapi, seperti yang kita tahu,fenomena fisika tidak terjadi secara terpisah di dunia nyata.
Multifisika didefinisikan sebagai proses atau sistem yang digabungkan yang melibatkan lebih dari satu fenomena fisika yang terjadi secara bersamaan. Multifisika adalah seni matematika, fisika, dan aplikasi. Matematika, fisika, dan aplikasi memberikan tiga sudut independen untuk memahami multifisika. Akibatnya, deskripsi lengkap dari masalah matematika membutuhkan masukan dari ketiga aspek tersebut. Secara rinci, model matematika harus dibangun berdasarkan kondisi fisik nyata untuk masalah praktis di berbagai disiplin ilmu teknik dan sains. Matematika di sini mencakup bahasa dasar untuk berbicara tentang multifisika seperti analisis tensor dan persamaan diferensial dan alat untuk memperoleh solusi.
Dunia nyata bersifat multifisika. Misalkan fenomena pada ponsel Anda. Antena menerima gelombang elektromagnetik, layar sentuh atau tombol adalah komponen mekanik dan listrik yang berinteraksi satu sama lain, baterai melibatkan reaksi kimia dan pergerakan ion dan arus listrik, dan sebagainya. Satu perangkat, tetapi multifisika. Dengan alat simulasi berkemampuan multifisika, Anda dapat menangkap aspek penting desain Anda dengan benar.

Banyak masalah dalam teknik dan sains melibatkan beberapa tingkat penggabungan antara fenomena fisik yang berbeda. Di masa lalu, karena kurangnya kemampuan komputasi, setiap fenomena fisika cenderung diperhitungkan secara kasar. Namun, dengan kemampuan analisis saat ini seperti Finite Element Analysis (FEA) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) banyak fenomena multifisika yang penting dapat dimasukkan secara akurat. Dengan memasukkan kedua metode tersebut, analisis menjadi lebih detail sehingga produk menjadi lebih ekonomis dan lebih aman, dan juga lebih mudah diamati desain produknya seperti penyebab dan konsekuensi dari fenomena alam.
Contoh Analisis Komputasi Multifisika Menggunakan Metode CFD dan FEA
Fluid-Structure Interaction (FSI)

FSI mengacu pada analisis yang melibatkan aliran fluida serentak dan deformasi benda padat/struktur. Bergantung pada masalahnya, interaksi bisa sepanjang batas bersama atau internal struktur. Selain deformasi struktur dan fluida, FSI membutuhkan penanganan mesh yang bergerak. Masalah FSI melibatkan sumber nonlinier di bagian padat (deformasi besar, bahan kontak atau nonlinier), atau bagian fluida (turbulensi, sifat fluida non-Newtonian, atau aliran multifase). Terdapat kerumitan tambahan dalam pemilihan solver karena solver ideal untuk persamaan struktural dan fluida berbeda. Tingkat ikatan antara medan fluida dan padat mungkin lemah atau kuat, yang juga mempengaruhi pemilihan solver. Akhirnya, gerakan mesh dapat menjadi sumber kompleksitas untuk masalah dengan kontak atau deformasi besar.
Thermal–Structure Coupling

Thermal-structure coupling melibatkan transfer panas serentak dan analisis tegangan atau deformasi. Perpindahan panas mencakup radiasi, konduksi, dan konveksi, dan analisis tegangan dapat melibatkan proses nonlinier seperti kontak, bahan nonlinier, dan deformasi besar.
Non-Isothermal Flow

Pemodelan aliran konvektif membutuhkan aliran fluida dengan perpindahan panas. Proses yang digabungkan bisa sangat kompleks, terutama jika aliran fluida turbulen, atau jika perpindahan panas melibatkan proses seperti boiling, penguapan, atau cairan campuran dengan sifat termal yang bervariasi. Untuk setiap masalah aliran konvektif, kita harus mengidentifikasi perpindahan panas dan karakteristik aliran dan mengurangi kompleksitas model jika memungkinkan menggunakan metode komputasi.
PT Tensor memberikan jasa konsultasi Finite Element Analysis (FEA) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk desain engineering. Kami juga memberikan tutorial-tutorial gratis penggunaan software nya di kanal youtube kami. Hubungi kami sekarang juga!
>> KLIK DI SINI UNTUK JASA KONSULTASI
>> YOUTUBE PT TENSOR
>> KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL LAINNYA !
Kontributor : Daris Arsyada
Sumber:
https://www.comsol.com/multiphysics (diakses pada tanggal 11 Januari 2022)
https://www.veryst.com/services/simulation-analysis/multiphysics-modeling (diakses pada tanggal 11 Januari 2022)
http://www.multiphysics.us/intro.html (diakses pada tanggal 11 Januari 2022)
https://asrengineering.com/services/analysis/multiphysics/ (diakses pada tanggal 11 Januari 2022)
Digital Prototyping
Dalam dunia industri, untuk membuat atau mendesain suatu produk (baik produk baru atau peningkatan performa produk yang sudah ada), sering kali dibuat model tiruan produk yang akan dibuat untuk melihat performa produk tersebut kemudian dapat dilakukan penilaian dan perbaikan dari kekurangan yang diamati. Hal ini tentunya dilakukan untuk mengantisipasi kerugian yang dapat diderita oleh perusahaan ketika produk tersebut sudah di produksi secara massal dan baru ditemukan cacat desain.
Prototype yang paling umum digunakan adalah menggunakan model fisik skala penuh. Misalkan suatu perusahaan akan memproduksi komponen mesin yaitu baut. Pembuatan prototype fisik baut ini tidaklah terlalu mahal dibandingkan dengan biaya produksi massal yang akan dilakukan perusahaan, sehingga pemilihan prototype fisik merupakan pilihan yang realistis dalam kasus ini:

Namun, bagaimana jika yang akan diproduksi perusahaan tersebut adalah sebuah mesin yang sangat besar yang membutuhkan biaya sangat besar untuk membuat modelnya? atau bagaimana jika perusahaan tersebut akan memproduksi sebuah pesawat terbang atau mobil balap? Tentu saja pembuatan prototype fisik langsung sangatlah memakan biaya bahkan sangat beresiko bagi nyawa jika terjadi kecelakaan. Solusi dari kasus seperti ini yang menjadi trend adalah menggunakan model skala (Untuk kasus pesawat terbang baca Wind tunnel) atau menggunakan pengujian komputer.
Metode pengujian model produk menggunakan bantuan program komputer inilah yang dikenal dengan istilah digital prototyping. Pada kasus diatas, dengan bantuan program komputer kita dapat menganilis setiap detail fenomena (baik aerodinamika, struktur, gerakan dll.) dengan mudah dan tentu saja sangat murah dibandingkan dengan membuat model skala penuh maupun model wind tunnel. Perhatikan contoh gambar hasil CFD (Computational Fluid Dynamics) dibawah ini:

Gambar diatas adalah contoh proses digital prototyping yang dilakukan untuk menganallisa desain pesawat tempur. Dengan program komputer, dapat dihitung dengan mudah gaya angkat (lift), drag dan moment yang dihasilkan oleh suatu object. Kemudahan dalam menghitung gaya-gaya ini tentu saja membuat kita dengan mudah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gaya-gaya tersebut, misalkan dengan merubah bentuk atau ukuran body maupun spoiler. Hal ini sangat mudah dan tentu saja ekonomis jika dilakukan menggunakan program komputer. untuk mempelajari selengkapnya tentang CFD klik di sini.
Namun, coba anda bayangkan jika membandingkan variasi bentuk sayap, ekor, canard maupun fuselage tersebut dilakukan dengan membuat model fisik masing-masing satu unit, pasti biayanya akan sangat besar !
Kembali lagi ke gambar diatas. Dapat diamati bahwa terjadi pusaran aliran udara yang melilit diatas sayap hingga pada suatu panjang tertentu lilitan pusaran udara tersebut menjadi pecah. Fenomena lilitan pusaran udara ini disebut garis vortex core. Menggunakan pengujian fisik, fenomena ini akan sulit untuk diamati karena sangat sensitif dan pengambilan data dari fenomena ini (misalkan melihat kecepatan atau tekanan pada pusaran tersebut) sangatlah sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan. Namun hal ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan metode digital prototyping.
Contoh kasus lain yang cukup penting adalah melakukan analisis produk yang sudah ada. Misalkan suatu perusahaan membuat mesin dengan komponen crankshaft. Desainer memprediksi bahwa komponn tersebut tidak akan patah, namun yang terjadi di lapangan komponen tersebut patah dan tidak dapat diketahui penyebabnya dengan jelas. Solusi dari kasus seperti ini salah satunya adalah menggunakan bantuan komputer. Berikut ini adalah hasil simulasi menggunakan sotfware FEA (Finite Element Analysis) untuk kasus diatas:

Dari hasil simulasi di atas, dapat terlihat daerah-daerah mana yang memiliki tegangan yang tinggi pada kondisi beban-beban tertentu, sehingga proses pengambilan keputusan desain menjadi lebih terarah.
Selain analisa-analisa fisik diatas, kelebihan yang sangat terasa manfaatnya dari digital prototyping dalam dunia industri adalah fleksibilitasnya dalam melakukan penyesuaian ukuran dan hal ini sangatlah krusial untuk desain yang terdiri dari banyak komponen dan perlu dirakit menjadi satu. Dengan bantuan komputer, kita dapat dengan mudah membuat model 3D dan merubah-rubah ukuran dan tata letaknya tanpa kerugian biaya sedikitpun sekaligus mendesain tampilan atau estetika dari model yang akan kita buat. Contoh kasus adalah desain mesin conveyor dibawah ini:

Mesin diatas terdiri dari komponen yang sangat banyak (conveyor, motor, gear, rantai, bearing, poros, mur, baut dll.) dan saling terkait ukuranya satu sama lain. Perencanaan menggunakan sketsa kertas dan pensil akan cukup sulit dan lama dilakukan karena interaksi antar komponen tersebut adalah 3 dimensi. Selain membantu proses penentuan tata letak, software-software digital prototyping saat ini dilengkapi fitur untuk membuat gambar teknik (gambar produksi) dari gambar 3D yang sudah dibuat sehingga mempermudah proses produksi.

Untuk mempelajari selengkapnya tentang digital prototyping dan industri 4.0, klik di sini

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV. Markom dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.


