Ketel Uap (Boiler) dalam industri

Energi kalor sangat penting dalam kehidupan sehari-hari setiap orang. Baik itu kalor untuk menghangatkan lingkungan kita, atau kalor untuk memasak makanan, kita semua menggunakannya sampai batas tertentu dalam aktivitas sehari-hari. Manusia biasa menggunakan peralatan bernama boiler untuk mendapatkan kalor dari air dan uap.

Boiler adalah bejana tertutup yang menjadi sarana pembakaran dan mentransfer kalor ke air hingga menjadi air panas atau uap. Air panas atau uap ini kemudian digunakan untuk mentransfer energi kalor ke suatu proses. Air adalah zat yang tidak berbahaya dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Selain air mudah didapat, air akan mudah bertambah volumenya jika dipanaskan. Air juga memiliki energi potensial kalor yang cukup besar. Jadi, boiler harus dikelola dan dirawat secara baik.

Skema Kinerja Boiler

Skema kerja boiler

Prinsip sederhananya adalah air dari sumber (water source) akan dipanaskan di ruang bakar dan dimanfaatkan uap panasnya untuk menggerakan sistem. Namun, kenyataannya dilapangan terdapat berbagai macam komponen untuk menunjang efisiensi dari boiler. Seperti blowdown yang berguna untuk membuang air sisa yang tidak digunakan proses dari raung boiler, economizer yang berguna untuk memanfaatkan kalor sisa dari hasil proses, dan deaerator berguna menghilangkan kadar gas yang terlarut dalam air dari sisa hasil proses dan disalurkan menuju economizer.

Jenis-jenis Boiler Yang Sering Dijumpai

Water tube boiler

Water tube boiler. Sumber: http://powerengineers.weebly.com
  • Digunakan untuk kebutuhan uap bersuhu dan bertekanan tinggi
  • Kisaran kapasitas 4.500 – 120.000 kg / jam
  • Efisiensi pembakaran ditingkatkan dengan ketentuan draft yang diinduksi
  • Toleransi yang lebih rendah untuk kualitas air dan kebutuhan instalasi pengolahan air
  • Sering dijumpai di industri kimia, kertas, dan pembangkit listrik.

Fire tube boiler

Fired tube boiler. Sumber: https://slideplayer.com/slide/10983979/
  • Kapasitas uap yang relatif kecil (12.000 kg / jam)
  • Tekanan uap rendah sampai sedang (18 kg / cm2)
  • Beroperasi dengan bahan bakar minyak, gas, atau bahan bakar padat
  • Contoh paling terkenal adalah mesin lokomotif kereta api uap.

Stoke fired boiler

Stoke fired boiler. Sumber: https://www.electrical4u.com/methods-of-firing-steam-boiler/
  • Batubara dibakar pada jeruji baja yang bergerak
  • Gerbang batubara mengontrol laju pengumpanan batubara
  • Ukuran batubara seragam untuk pembakaran sempurna
  • Biasa digunakan pada pembangkit listrik

Efisiensi Boiler

Secara umum efisiensi boiler adalah perbandingan antara energi kalor yang keluar dengan energi kalor yang masuk dari sistem.

Efisiensi = (h output/h input)100%

h= entalpi (Kj/Kg)

Efisiensi juga bisa dihitung dari pengurangan energi potensial kalor pada bahan bakar dikurangi dengan energi kalor yang dipakai sistem ditambah dengan kerugiannnya.

Efisiensi = 100% energi pada bahan bakar – (Kalor yang digunakan sistem+kerugian)

Kerugian pada boiler terdapat banyak macam seperti perpindahan panas secara konveksi dan radiasi keluar ruang boiler, residu pembakaran yang tidak sempurna, pressure drop, dan lain-lain.

Cara meningkatkan Efisiensi

  • Pengecekan blower, fan, dan pompa
  • Penggantian komponen boiler secara berkala
  • Pengurangan kerugian konveksi dan radiasi dengan memperbaiki badan (shell) dan sistem penutupan ruang (insulation) dari boiler
  • Pengecekan kadar udara yang berlebihan yang masuk pada sistem boiler
  • Mengurangi munculnya pembakaran tidak sempurna seperti menyeragamkan bentuk bahan bakar batu bara menjadi partikel yang lebih kecil.
  • Pemasangan economizer

PT Tensor memberikan jasa konsultasi Finite Element Analysis (FEA) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk desain engineering. Kami juga memberikan tutorial-tutorial gratis penggunaan software nya di kanal youtube kami. Hubungi kami sekarang juga!

>> KLIK DI SINI UNTUK JASA KONSULTASI

>> YOUTUBE PT TENSOR

>> KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL LAINNYA !

Kontributor: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

Sumber:

https://www.britannica.com/technology/boiler#ref96434 (diakses pada tanggal 7 Mei 2021)

https://www.quora.com/What-are-fire-tube-boilers-and-its-application (diakses pada tanggal 7 Mei 2021)

http://powerengineers.weebly.com/type-of-boiler.html (diakses pada tanggal 7 Mei 2021)

https://drive.google.com/drive/folders/0Byf6Ve7ElV-Ud3FXYkFxaE1oZzA (diakses pada tanggal 7 Mei 2021)

https://brainly.in/question/4891064 (diakses pada tanggal 7 Mei 2021)

https://slideplayer.com/slide/10983979/ (diakses pada tanggal 7 Mei 2021)

https://www.electrical4u.com/methods-of-firing-steam-boiler/ (diakses pada tanggal 7 Mei 2021)

Hidrolik dan Pneumatik pada industri

Peralatan alat berat pada industri masa kini semakin banyak digunakan dan dikembangkan. Karena massa alat berat ini cukup besar, alat-alat berat ini memerlukan komponen tambahan untuk menggerakannya atau memindahkannya ke tempat lain. Salah satu macam komponen yang biasa dipakai adalah komponen dengan sistem hidrolik dan pneumatik.

Hidrolik dan pneumatik adalah penggerak yang memanfaatkan tenaga fluida (air dan gas). Tenaga fluida adalah teknologi yang berhubungan dengan pembangkitan, kontrol dan transmisi gaya dan pergerakan elemen mekanis atau sistem dengan penggunaan fluida bertekanan dalam sistem terbatas. Sistem tenaga fluida meliputi sistem hidrolik (hydra berarti air dalam bahasa Yunani) dan sistem pneumatik (arti pneuma
udara dalam bahasa Yunani). Minyak hidrolik menggunakan minyak bumi cair bertekanan dan minyak sintetis, dan pneumatik menggunakan udara terkompresi yang dilepaskan ke atmosfer setelah melakukan kerja.

KELEBIHAN SISTEM PENGGERAK TENAGA FLUIDA

  • Sederhana, mudah dioperasikan dan dapat dikontrol secara akurat.
  • Dapat mengendalikan sistem dengan satu hidrolik/pneumatik
  • Torsi besar dalam kecepatan rendah
  • Torsi dan gaya lebih konstan
  • Ekonomis
  • Beban lebih rendah dalam range daya yang sama

Sistem Hidrolik

Skema hidrolik.
  1. Aktuator hidrolik adalah alat yang digunakan untuk mengubah tenaga fluida menjadi mekanik. Aktuator umumnya memiliki dua tipe yaitu tipe linier (misalnya, hidrolik silinder) atau tipe putar (misalnya, motor hidrolik).
  2. Pompa hidrolik digunakan untuk memaksa fluida dari reservoir ke sisa sirkuit hidrolik dengan mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik.
  3. Katup digunakan untuk mengontrol arah, tekanan dan laju aliran dari suatu fluida yang mengalir melalui sirkuit.
  4. Catu daya eksternal (motor) diperlukan untuk menggerakkan pompa.
  5. Reservoir digunakan untuk menampung minyak hidrolik.
  6. Sistem perpipaan membawa minyak hidrolik dari satu tempat ke tempat lain.
  7. Filter digunakan untuk menghilangkan partikel asing untuk menjaga sistem fluida tetap bersih dan efisien, serta menghindari kerusakan pada aktuator dan katup.
  8. Regulator tekanan berfungsi mengatur tingkat tekanan yang diperlukan di minyak hidrolik.

Sistem Pneumatik

Sistem pneumatik.
  1. Aktuator pneumatik mengubah energi fluida menjadi energi mekanik untuk bekerja.
  2. Kompresor digunakan untuk memampatkan udara yang diambil dari atmosfir.
  3. Reservoir digunakan untuk menyimpan udara bertekanan dengan volume tertentu.
  4. Katup digunakan untuk mengontrol arah, laju aliran dan tekanan udara tekan.
  5. Catu daya eksternal (motor) digunakan untuk menggerakkan kompresor.
  6. Sistem perpipaan membawa udara bertekanan dari satu lokasi ke lokasi lain.

Perbandingan Hidrolik dan Pneumatik

HidrolikPneumatik
Fluida kerjanya adalah cairFluida kerjanya adalah gas
Tekanan kerja mencapai 700 barTekanan kerja hanya berkisar 5-10 bar
Umumnya dirancang sebagai sistem tertutupUmumnya dirancang sebagai sistem terbuka
Sistem melambat saat terjadi kebocoran
terjadi
Kebocoran tidak mempengaruhi sistem
Pengoperasian katup sulitPengoperasian katup mudah
Massa lebih beratMassa lebih ringan
Sistem tidak aman terhadap apiSistem lebih aman terhadap api
Pelumasan otomatisPelumasan khusus

Untuk mendesain sistem kekuatan dari hidrolik dan pneumatik, terdapat fenomena aliran-aliran fluida dengan tekanan yang tinggi dan interaksi yang cukup kompleks, sehingga salah satu cara terbaik untuk mendesainya adalah menggunakan bantuan software Computational Fluid Dynamics (CFD), untuk mempelajari seputar CFD >>klik di sini!

Sedangkan dalam mendesain struktur permesinan yang melibatkan gaya dorong dari hidrolik dan pneumatik, anda harus memastikan tidak hanya fungsi gerak (kinematika) dari struktur itu saja yang berfungsi dengan baik, namum kekuatan serta rigiditas dari struktur juga harus dipertimbangkan dengan baik. Salah satu metode yang paling umum untuk mendesain struktur mesin adalah menggunakan software Finite Element Analysis (FEA), untuk mempelajari seputar FEA >>klik di sini!

Adapun untuk mempersiapkan skill mechanical engineer terutama pada desain kontrol daya pada mesin hidrolik dan pneumatic, kami juga memberikan training dengan trainer yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya; selengkapnya >>klik di sini!

>>KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL LAIN SEPUTAR PENGAPLIKASIAN MEKANIKA FLUIDA DI INDUSTRI DAN LAIN-LAIN!

Kontributor: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD/FEA.

Sumber:

https://nptel.ac.in/content/storage2/courses/112106175/Module%201/Lecture%201.pdf (diakses pada tanggal 30 April 2021)

http://geoconvention.org/wp-content/uploads/2016/10/381_GC2013_Tracking_Out-of-zone_Hydraulic_Fracturing.pdf (diakses pada tanggal 30 April 2021)

https://blog.mesin77.com/apa-itu-sistem-pneumatic-dan-hidrolik/ (diakses pada tanggal 30 April 2021)

https://jualselanghidrolik.net/hydraulic-pneumatic/ (diakses pada tanggal 30 April 2021)

Storage Tank

Storage tank atau yang lebih sering dikenal dengan tangki penyimpanan merupakan salah satu unit atau peralatan yang terdapat dalam bidang teknik proses baik dalam skala kecil, menengah ataupun industri
besar. Alat ini banyak ditemukan di industri kimia seperti industri oil and gas, petrokimia, polimer, dan yang lainnya. Kegunaan storage tank ini sangat luas. Selain untuk penyimpanan, juga sebagai media untuk mengalirkan fluida ke tangki atau unit yang lainnya.

Tangki penyimpanan seringkali berbentuk silinder, tegak lurus dengan tanah dengan dasar datar, dan atap yang rapuh atau terapung. Ada banyak peraturan lingkungan yang diterapkan pada desain dan pengoperasian tangki penyimpanan, seringkali bergantung pada sifat fluida yang terkandung di dalamnya. Tangki penyimpanan di atas tanah berbeda dengan tangki penyimpanan bawah tanah  dalam jenis peraturan yang diterapkan. Tangki penyimpanan di atas tanah dapat digunakan untuk menampung bahan-bahan seperti minyak bumi, bahan limbah, air, bahan kimia, dan bahan berbahaya lainnya, sambil memenuhi standar dan peraturan industri yang ketat.

Contoh bentuk storage tank. Sumber: www.applus.com ; ergil.com ; gsb.co.id

Pembuatan tangki sangat intensif. Keterampilan seorang perakit storage tank sangat dibuktikan dengan
mata terlatih. Baja biasanya dibeli dalam bentuk kumparan sebelum diratakan dan dipotong memanjang. Banyak perakit akan membeli baja dari gudang pemasok yang akan meratakan dan memotong baja menjadi panjang sebelumnya untuk pengiriman.

Kebanyakan perakit akan menggunakan satu potong baja untuk membuat body tangki, jika memungkinkan. Namun, karena diameter yang dibutuhkan pada tangki yang lebih besar (biasanya 12.000 gal atau lebih), bahan stok pencocokan diameter seringkali tidak tersedia. Jika ini terjadi, perakit harus menyatukannya dua atau terkadang tiga lembar baja untuk memenuhi dimensi yang dibutuhkan. Perakit akan mengelas lembaran bersama-sama dan potong agar sesuai dengan radius yang dibutuhkan untuk tangki. Sebelum mengepakkan plat logam body tangki, perakit akan menggiling hasil las dengan logam dasar di area yang akan bersentuhan dengan flange. Tegangan yang ditimbulkan pada pengelasan selama operasi flang dapat menghasilkan retakan.

Tangki memiliki komponen yang relatif sedikit sehingga material cukup mudah untuk dicari dan dipantau dibandingkan dengan produk seperti mobil. Kebanyakan tangki terbuat dari baja rol panas. Banyak perakit tangki akan membeli baja yang memenuhi persyaratan ASTM, misalnya A36 atau A569. Lebih Penting untuk baja, apakah itu bersertifikat ASTM, atau kualitas komersial, adalah karbon atau karbon konten kesetaraan. Kandungan karbon baja tidak boleh melebihi 0,3 persen. Selain itu, kesetaraan karbon tidak boleh melebihi 0,53 persen. Untuk menghitung kesetaraan karbon (CE) baja, gunakan rumus berikut:

CE = C + (Mn + Si)/6 + (Cr +Mo + V)/5 + (Ni + Cu)/15

Standard untuk storage tank yang diatur oleh API dituangkan dalam bentuk dokumen tertulis di bagian API STD 620 tentang Recommended tanks for Design and Construction of Large, Welded, Low and Pressure Storage tanks. Dimana diatur beberapa hal mengenai konstruksi tangki, antara lain:

  • Volume ruang uap: diatas level desaindari high liquid diatas nilai kapasitas jangan kurang dari 2% dari kapasitas total liquid.
  • Suhu dari liquid, uap atau gas di dalam tangki atau ketika masuknya tidak boleh lebih dari 250°F.
  • Tekanan maksimum tangki disesuaikan dengan rating nominal tekanan untuk tangki dan tidak boleh lebih dari 15 Ibf/in2 gauge (1,034 bar g).
  • Sistem perpipaan dan material pipa yaitu Carbon steel pipa sesuai dengan standard ASTM A 53.

Kontributor: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD/FEA.

Sumber:

https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Storage_tank&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp&prev=sear (diakses pada tanggal 22 April 2021)

https://www.applus.com/global/en/what-we-do/service-sheet/storage-tank-inspection (diakses pada tanggal 22 April 2021)

https://ergil.com/storage-tanks/ (diakses pada tanggal 22 April 2021)

https://gsb.co.id/product/storage-tank-for-cpo/ (diakses pada tanggal 22 April 2021)

Spray Drying

Cara Kerja Clinker Cooler

Mesin pendingin terak (clinker cooler) berfungsi sebagai pendingin terak (clinker) yang keluar dari mesin pemanas (klin). Mesin ini merupakan salah satu equipment penting yang digunakan untuk proses produksi semen (Ibrahim, 2004) dan proses pendinginan ini sangat menentukan kualitas semen yang akan diproduksi. Perhitungan efisiensi panas pada clinker cooler dapat dilakukan dalam dua tahap yaitu, perhitungan dengan neraca massa dan perhitungan dengan neraca panas. Dari perhitungan neraca panas maka dapat diketahui efisiensi panas dari clinker cooler, baik efisiensi panas sistem maupun efisiensi panas reaksi.

Nilai untuk kerja clinker cooler dapat dicari dengan menghitung efisiensi panas reaksi dari clinker cooler, yaitu perbandingan antara jumlah panas untuk reaksi dengan jumlah panas yang disediakan. Efisiensi panas reaksi merupakan indikator baik atau tidaknya untuk kerja dan pengoperasian clinker cooler. Dalam proses pembuatan semen, setelah terjadi proses pembakaran (burning process), maka untuk tahap selanjutnya adalah proses pendinginan material yang dilakukan oleh clinker cooler.

Clinker Cooler

Cara kerja clinker cooler, bahan mentah yang telah digiring di raw mill selanjutnya masuk ke homogenizing silo dan selanjutnya diberikan proses pemanasan awal, sehingga suhunya menjadi 800°C sebelum masuk ke rotary klin yang bersuhu sekitar 1400°C ini kemudian masuk ke unit cooler untuk pendinginan, sehingga suhu clinker menjadi sekitar 100°C. Clinker (terak) dengan suhu tinggi akan jatuh pada cooler dan didistribusikan secara seragam ke area kompartemen sesuai dengan lebar grate nya. Dikarenakan suhu material akan berubah menurut jarak, maka clinker cooler dibagi menjadi beberapa kompartemen, dimana semakin dekat dengan kiln maka panjang kompartemen semakin panjang.

Udara yang telah melewati material bersuhu sekitar 200°C akan dihisap untuk kemudian digunakan sebagai sumber panas di preheater dan kiln yang bertujuan untuk meminimalkan energi yang hilang ke lingkungan sekitar, serta menghemat biaya. Volume jatuhan klinker ini akan selalu dimonitor oleh sebuah transmitter tekanan yang dipasang di undergrate. Jika volume curahan terak dari kiln melebihi atau kurang dari nilai yang telah diatur, maka transmitter tekanan akan mengirim sinyal ke pengontrol tekanan, sehingga akan segera mengolah data tersebut yang selanjutnya akan dikirim ke pengontrol kecepatan motor penggerak grate.

Jika volume jatuhan klinker lebih besar dari yang diatur, maka motor akan bergerak lebih cepat dengan tujuan untuk mengecilkan bed depth dan sebaliknya. Data dari pengontrol tekanan juga akan dikirim ke pengontrol katup fan kompartemen pertama. Nilai bed depth yang besar akan menyebabkan laju kecepatan aliran udara yang kecil tidak cukup kuat untuk menembus clinker yang akan didinginkan. Clinker dari kompartemen pertama dengan memanfaatkan gaya gravitasi dengan memanfaatkan Hukum Newton I bahwa suatu benda akan selalu mempertahankan gerak asalnya.

Dengan didinginkan oleh udara yang bersumber dari fan di undergrate tiap kompartemennya clinker bergerak ke ujung cooler dengan suhu turun menjadi sekitar 1000°C. Clinker yang telah didinginkan selanjutnya diperkecil ukurannya dengan clinker breaker dengan maksud untuk memperluas area clinker yang terkena udara, sehingga mempercepat pendinginan secara alami dalam perjalanan dengan mekanisme ban berjalan ke klinker silo untuk disimpan. Debu dari pemecahan klinker dan debu selama proses pendinginan akan dihisap melalui fan dan direduksi oleh EP untuk mengurangi partikel yang akan menyebabkan pencemaran udara sebelum dilepas ke atmosfer.

Kontributor: Feri Wijarnako (feriwidjarnako@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan jasa layanan dibawah CV. Markom dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Ruang bakar (Combustion Chamber/COmbustor)

Ruang bakar (combustion chamber) paling mudah dijumpai pada turbin gas pembangkit listrik atau bahkan pada mesin jet pesawat terbang. Input energi kalor dari turbin gas berasal dari sebuah ruang bakar (combustion chamber). Ruang bakar menerima udara dari kompresor dan membakarnya sehingga menghasilkan energi kalor dan mengirimkannya ke turbin.

Prinsip pembakaran secara sederhana adalah reaksi kimia antara karbon atau hidrogen, dan oksigen. Kalor muncul saat reaksi berlangsung. Hasil dari pembakaran secara ideal adalah karbon dioksida dan air (H2O). Secara rumus stoikiometri dapat ditulis menjadi:

CH4 (Metana) + 4O (Oksigen) -> 2H2O (air) + CO2 (Karbon dioksida) + Heat (kalor)

4 mol oksigen diperlukan untuk membakar 1 mol metana. Hasil pembakaran adalah 1 mol karbon dioksida dan 2 mol air.

Prinsip kerja ruang bakar pada turbin gas hampir mirip seperti ruang bakar pada engine kendaraan bermotor. Saluran bahan bakar akan disemprotkan menuju ruang bakar bersamaan dengan udara bertekanan dari kompressor. Kemudian percikan api dari spark plug dinyalakan sehingga campuran bahan bakar, udara, dan percikan api spark plug terbakar dan menghasilkan udara panas bertekanan sangat tinggi. Lalu udara panas bertekanan ini akan diteruskan ke turbin untuk menghasilkan buangan udara jet dan memutar kompressor.

Skema pembakaran pada combustion engine

Pertimbangan perancangan combustion chamber/ruang bakar:

  • Panjang ruang bakar. Rasio panjang dan diameter pada ruang bakar akan memengaruhi performa pembakaran.
  • Penurunan tekanan (Pressure drop). Pressure drop dari ruang bakar akan memengaruhi besarnya daya sistem yang diperlukan. Semakin besar total pressure drop, semakin besar daya yang diperlukan sehingga biaya perancangan dan material cenderung lebih mahal.
  • Keandalan material. Pada proses pembakaran di ruang bakar, terdapat banyak sekali getaran, transfer kalor, dan perubahan tekanan yang dapat menyebabkan material menjadi korosi, retak, atau berlubang. Jadi , ruang bakar membutuhkan material yang kuat.
  • Laju aliran udara dan bahan bakar.
  • Kesetimbangan stoikiometri pada komposisi bahan bakar dan udara. Dengan mengatur komposisi pembakaran, pembakaran yang terjadi akan menjadi lebih sempurna.
  • Lower Heating Value (LHV). LHV adalah nilai jumlah kandungan H2O yang tidak terkondensasi pada pembakaran.

Kemampuan ruang bakar ditentukan oleh efisiensi pembakaran. Efisiensi pembakaran adalah rasio entalpi aktual dan entalpi teori. Efisiensi dapat dituliskan dengan rumus:

Efisiensi = Pertambahan entalpi aktual : Pertambahan entalpi teori = {[m(g)+m(f)]} : [m(f).LHV]

  • Efisiensi (%)
  • m(g) , m(f) : Laju aliran massa udara dan bahan bakar. (kg/s)
  • LHV : Lower Heating Value (kj/kg)

Pertimbanggan interaksi aliran fluida yang kompleks serta reaksi kimia pembakaran membuat desain combustor menjadi cukup chalenging dilakukan secara murni analitis. Menggunakan eksperimen juga kita perlu mempertimbangkan faktor safety baik karena suhu yang tinggi atau emisi gas yang belum kita ketahui karakteristiknya. Oleh karena itu, teknologi Computational Fluid Dynamics (CFD) menjadi salah satu tools yang sangat powerfull untuk mendesain combustion chamber.

>> KLIK DI SINI UNTUK SIMULASI CFD PADA COMBUSTION CHAMBER!

Kontributor: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

Sumber:

Boyce, Meherwan P. 2002. Gas Turbines Engineering Handbook: Second Edition. Texas: Gulf Professional Publishing.

https://www.csidesigns.com/blog/articles/what-is-pressure-drop-and-how-does-it-affect-your-processing-system (diakses pada tanggal 6 April 2021)

Standard, kode, dan recommended practices

Peraturan standard dan kode pada bidang perteknikan sudah dibentuk sejak bertahun-tahun yang lalu. Standar dan kode tersebut dirancang oleh organisasi profesional, para insinyur, grup perdagangan, agensi pemerintahan, dan lain-lain.

Standar dapat didefinisikan sebagai seperangkat pedoman teknis atau instruksi untuk perancang dan produsen. Standard memberikan semua persyaratan yang diperlukan untuk produk, layanan, dan operasi. Seorang desainer akan menggunakan standar tersebut untuk mendesain produk, dan produsen akan menggunakan standar tersebut untuk pembuatan produk. Standar berfungsi sebagai bahasa umum untuk menentukan kualitas dan menetapkan kriteria keamanan produk.

Ketika badan pemerintah mengadopsi standar dan menjadi legal, atau ketika telah dimasukkan ke dalam kontrak bisnis, standar tersebut akan menjadi sebuah code. Code adalah standard yang telah disahkan menjadi undang-undang oleh otoritas lokal, regional, atau nasional yang memiliki yurisdiksi sehingga insinyur atau kontraktor diwajibkan secara hukum untuk mematuhi code tersebut. Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan penuntutan. Code tersebut dapat berupa standar industri, pemerintah, atau berbasis konsensus sukarela. Code dapat mencakup referensi ke standar, yang berarti standar digabungkan dengan referensi dan oleh karena itu merupakan bagian dari kode dan dapat ditegakkan secara hukum.

Sumber: https://www.csemag.com/articles/code-or-standard/

Tiga tujuan dari code dan standard adalah:

  1. Design Guide. Berguna sebagai peraturan baku perancangan produk dari setiap negara atau lembaga
  2. Uniform Design. Biasanya digunakan sebagai pedoman ukuran suatu produk
  3. Safety Reason. Berguna sebagai menjamin keamanan dan keselamatan dari produk.

Berikut adalah contoh code dan standar yang biasa dipakai oleh industri khususnya industri teknik kimia:

  • ASME Boiler & Pressure Vessel Code (BPVC): Berisi tentang perancangan dan konstruksi boiler dan bejana tekan.
  • AISI Standard Steel Compositions: Berisi tentang komposisi campuran baja.
  • Tubular Exchanger Manufacturers Association (TEMA) Standards: Berisi tentang standard tentang heat exchanger
  • American Petroleum Institute (API): Membahas perancangan industri petroleum seperti perancangan kilang minyak.
  • American Society for Testing Materials (ASTM): Membahas tentang material produk mengenai sifat kimia dan mekanik produk dan panduan produksi.
  • International Organization of Standardization (ISO): Badan non-pemerintah yang terdiri dari lebih dari 160 negara. Mereka bertanggung jawab untuk mengembangkan standar untuk berbagai industri yang mempromosikan kualitas, keamanan, dan efisiensi. Perusahaan yang telah terverifikasi oleh ISO akan berpeluang dalam memenangkan persaingan pasar global tersebut karena memberikan jaminan kualitas produk agar konsumen lebih percaya terhadap produk tersebut.

>>KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL MENGENAI PERALATAN PROSES KIMIA LAINNYA!

KONTRIBUTOR: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:

Walas, M. Stanley. 1990. Chemical Process Equipment Selection and Design. Washington: USA Butterworth-Heinemann.

https://www.meadmetals.com/blog/what-are-astm-standards (diakses pada tanggal 30 Maret 2021)

https://www.aiche.org/academy/courses/ela155/importance-codes-and-standards-process-safety (diakses pada tanggal 30 Maret 2021)

http://www.idpipe.com/2017/04/perbedaan-code-and-standard-dalam-oil-and-gas.html. (diakses pada tanggal 30 Maret 2021)

https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-iso/ (diakses pada tanggal 30 Maret 2021)

https://www.csemag.com/articles/code-or-standard/#:~:text=A%20code%20can%20include%20references,the%20code%20and%20legally%20enforceable.&text=Codes%20are%20standards%20that%20are,codes%20are%20not%20legally%20enforceable. (diakses pada tanggal 30 Maret 2021)

https://hardhatengineer.com/what-is-the-difference-between-code-standard-and-specification/ (diakses pada tanggal 30 Maret 2021)

Sistem penggerak proses

Sistem penggerak berfungsi sebagai sistem dasar suatu industri untuk menghasilkan produk sehingga proses produksi berjalan lebih cepat dan masif. Setiap sistem penggerak memiliki komponen dasar untuk menjalankannya yaitu:

1. Motor

Motor adalah penggerak yang beroperasi dengan memanfaatkan gaya magnet dan listrik menjadi gerakan memutar. Bagian utama dari motor adalah rotor dan stator. Rotor adalah komponen berputar yang digunakan sebagai poros putaran pada motor dan terlilit oleh kawat tembaga yang menghasilkan medan magnet. Stator adalah komponen diam (statis) yang berfungsi sebagai pengatur perputaran rotor. Stator dililit oleh kawat tembaga yang menghasilkan medan magnet.

Prinsip kerja dari motor adalah pemanfaatan gaya lorentz. Gaya lorentz adalah gaya yang timbul akibat arus listrik yang berada di medan magnet. Listrik yang masuk dari power supply mengalir menuju kumparan stator dan rotor dihasilkan gaya Lorentz berupa rotasi pada motor listrik untuk menggerakkan batang shaft yang kemudian dapat dipakai untuk segala kebutuhan. Contoh pengaplikasian penggunaan motor adalah pompa, compressor, conveyor, blower, dan lain-lain.

2. Turbin Uap

Turbin uap adalah penggerak yang beroperasi dengan memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi sehingga mampu memutar rotor dan blade turbin. Perputaran rotor dan blade disambungkan ke generator yang berfungsi sebagai konversi energi gerak (putaran) menjadi listrik. Pengaplikasian turbin biasanya digunakan pada industri pembangkit listrik.

3. Mesin Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine)

Internal combustion engine adalah penggerak yang beroperasi dengan memanfaatkan hasil pembakaran dari campuran udara dan bahan bakar sehingga menghasilkan tekanan gas tinggi di dalam silinder engine yang mampu menghasilkan energi mekanik (putaran) dan memutar poros engine. Poros pada engine akan dihubungkan ke komponen lain untuk memutar komponen tersebut. Pengaplikasian internal combustion engine biasanya digunakan pada genset listrik dan otomotif.

Ketiga macam komponen utama sistem penggerak proses ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing berdasarkan efisiensi, daya, biaya, dan energi yang dihasilkan. Jadi pemilihan komponen akan disesuaikan sesuai kebutuhan industri.

Pelajari selengkapnya tentang peralatan proses kimia dengan klik disini

KONTRIBUTOR: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:

Walas, M. Stanley. 1990. Chemical Process Equipment Selection and Design. Washington: USA Butterworth-Heinemann.

https://www.indotara.co.id/electric-motor-distributor-alat-berat-indonesia&id=602.html (diakses pada tanggal 29 Maret 2021)

https://www.wartsila.com/energy/learn-more/technical-comparisons/gas-turbine-for-power-generation-introduction (diakses pada tanggal 29 Maret 2021)

https://medium.com/swlh/internal-combustion-engine-and-the-four-stroke-engine-12381fc54a98 (diakses pada tanggal 29 Maret 2021)

Cyclone separator

Cyclone separator merupakan alat untuk memisahkan partikel padat dari aliran gas yang terkontaminasi dan telah lama digunakan dalam aplikasi industri seperti pembangkit listrik, turbin gas, proses kimia, penyedot debu, dan lain sebagainya. Alat ini dikenal sebagai pre-cleaners atau pembersih awal, karena alat ini sangat penting dalam memisahkan partikel besar dan abrasif dari gas buang yang kemudian melalui proses filtrasi tambahan untuk menghilangkan partikel halus. Tujuan dari alat ini adalah langkah pertama dari penyaringan gas buang untuk meminimalkan polusi udara dan bahaya lingkungan yang disebabkan oleh gas buang dari suatu industri. Kemampuan filtrasi cyclone separator diketahui dapat memisahkan partikel dari gas buang sebagai berikut :

  • Partikel beracun
  • Partikel abrasif
  • Coolant mist
  • Tatal logam
  • Partikel peledak
  • Serbuk halus
  • Produk gas buang industri lainnya

Jenis dan ukuran dari cyclone separator tergantung pada skala operasi industri dan seberapa besar jumlah gas buang yang harus difilter. Ada beberapa jenis cyclone separator berdasarkan proses filtrasi dari gas buang :

  • Reverse-Flow Cyclone Separator, yaitu dimana gas buang yang telah difilter keluar melalui bagian atas alat. Gas buang yang mengandung partikel masuk ke dalam separator, di dalam separator gas buang tadi berputar membentuk siklon yang menyebabkan partikel menabrak dinding separator akibat dari gaya sentrifugal, lalu jatuh ke penampungan akibat gaya gravitasi. Gas buang yang telah difilter diisap melalui bagian bawah separator, kemudian keluar dari bagian atas separator untuk proses selanjutnya.
Reverse-Flow Cyclone Separator. Sumber : indiamart.com
  • Uniflow Cyclone Separator, yaitu dimana gas buang keluar melalui bagian bawah alat. Gas buang yang mengandung partikel masuk ke dalam separator, di dalam separator gas buang tadi berputar membentuk siklon yang menyebabkan partikel menabrak dinding separator akibat dari gaya sentrifugal, lalu jatuh ke penampungan akibat gaya gravitasi. Demikian juga dengan gas yang telah difilter keluar melalui bagian bawah separator.
Uniflow Cyclone Separator. Sumber : semanticscholar.org
  • Impeller Collector, yaitu dimana gas buang yang mengandung partikel diproses di dalam multi-blade impeller. Hal ini menyebabkan partikel diarahkan menuju penampungan yang terdapat pada pinggiran alat, sementara gas yang telah difilter keluar melalui keliling impeller.
Impeller Collector. Sumber : penturners.org

Efisiensi cyclone separator tergantung pada beberapa faktor, namun tidak terbatas dari hal-hal berikut :

  • Ukuran partikel polutan
  • Densitas partikel polutan
  • Ukuran alat
  • Kecepatan masuk gas buang
  • Kekasaran dinding separator

Untuk mendesain cyclone separator secara optimal, tools yang biasa digunakan adalah menggunakan bantuan software CFD.

>> KLIK DI SINI UNTUK MEMPELAJARI SIMULASI CFD PADA SEPARATOR!

Untuk mempelajari artikel lain seputar mekanika fluida, klik di sini.

Kontributor: Feri Wijanarko

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan jasa layanan dibawah CV. Markom dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.