Desain Volute dan Diffuser Pompa

Losses pada Pompa

Permodelan Dimensional Pompa

Term non-dimensional pada desain pompa

Pompa Sentrifugal vs Pompa Aksial

Manajemen Maintenance pada Pompa Industri

Persamaan Euler pada Desain Pompa

Perancangan Kompressor Sentrifugal

Kompresor sentrifugal adalah salah satu mechanical equipment yang masuk ke dalam jenis rotating mechanical equipment. Pada umumnya peralatan mekanik sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu static equipment dan rotating equipment. Disebut sebagai rotating equipment karena pada dasarnya kompresor itu sendiri memiliki komponen yang bergerak. Kompresor merupakan alat yang digunakan untuk menghasilkan udara bertekanan (meningkatkan tekanan udara dari atmosfir ke tekanan yang dibutuhkan) dari fluida kompresibel. Penggunaan kompresor sangat nudah kita jumpai baik dalam dunia industri maupun dikehidupan kita sehari-hari, akan tetapi kita tidak menyadari hal tersebut. Mulai dari kompresor untuk mengisi udara ke ban, kompresor di pendingin, mesin, proses kimia, transmisi gas, manufaktur dan di hampir setiap tempat yang mana terdapat kebutuhan untuk mengompres fluida kompresible (Hanlon, 2001).

Pemilihan jenis kompresor didasarkan dengan melihat faktor faktor yang ada, antara lain adalah berdasarkan tujuan penggunaan kompresor dan juga berdasarkan dari debit dan tekanan yang dibangkitkan. Salah satu jenis kompresor yang paling banyak digunakan di dunia industri adalah kompresor sentrifugal. Hal tersebut dikarenakan kompresor jenis ini dapat dioperasikan dalam durasi waktu yang cukup lama. Disamping itu, kompresor ini mudah dalam hal pengaturan kapasitas dan juga tekanan yang ingin dibangkitkan. Dikarenakan kebutuhan lapangan yang banyak menggunakan kompresor sentrifugal, maka proses perancangan kompresor ini dapat dirancang dengan memvariasikan parameter-parameter yang ada. Parameter tersebut bisa ditemukan dengan memodifikasi pada komponen-komponen utama pada kompresor sentrifugal, antara lain saluran inlet, impeler, difuser dan rumah keong (volute). Dengan adanya variasi tersebut, maka harapan besar bisa mendapatkan desain kompresor sentrifugal yang optimal dengan melihat performa besarnya tekanan dari proses kompresi.


Tahap kompresor sentrifugal dan diagram kecepatan saat masuk dan keluar impeller

Kecepatan aliran masukkan impeller

Kecepatan aliran keluaran impeller akibat dari slip faktor

Perancangan Diffuser


Bagian diffuser radial dengan dinding divergen (kiri) dan Cincin diffuser dengan bilah datar lurus (kanan)

Sudut inlet dan outlet diffuser :

Perancangan Volute Kompresor

Kontributor: Feri Wijanarko (feriwidjarnako@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD dan FEA.

Perancangan Impeller Pompa Sentrifugal

Pompa adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara menambahkan energi pada fluida yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction) dengan bagian keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber penggerak menjadi energi kinetis (kecepatan), dimana tenaga ini berguna untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan yang ada disepanjang pengaliran.

Salah satu jenis pompa adalah pompa sentrifugal yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetik (kecepatan) fluida menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar didalam volute. Impeller tersebut merupakan komponen dari pompa sentrifugal yang berfungsi untuk merubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kinetis pada fluida yang dipompakan secara terus menerus, sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan fluida yang masuk sebelumnya, sehingga impeller tersebut merupakan komponen yang paling penting pada pompa dalam hal pemompaan fluida dari bagian isap menuju bagian tekan.

Perancangan impeller pompa sentrifugal sebagai berikut:


Segitiga kecepatan di (a) inlet dan (b) outlet impeller (Stepanoff, 1957)

Diameter eye/mata pompa (D0)

Q*       : kapasitas desain pompa ditambah persen kebocoran
V0        : kecepatan fluida di mata impeller
DH       : diameter hub

Lebar impeller pada ujung sisi masuk sudu (b1)

Q*       : kapasitas desain pompa ditambah persen kebocoran
D1        : diameter ujung sudu sisi masuk
Vr1       : kecepatan radial pada ujung sisi masuk sudu
ε1         : faktor kontraksi luasan penampang alir fluida pada sisi masuk sudu

Nilai tangen sudut kelengkungan sudu pada sisi masuk (tan β1)

Vr1        : kecepatan radial pada ujung sisi masuk sudu
u1         : kecepatan tangensial impeller pada ujung sisi masuk sudu
n          : kecepatan putaran dalam rpm
D1        : diameter ujung sudu sisi masuk

Diameter ujung sisi keluar sudu impeller (D2)

Φ         : koefisien tinggi tekan yang nilainya diambil dari nomogram
H         : tinggi tekan dinyatakan dalam ft
n          : kecepatan putaran dalam rpm

Lebar laluan ujung keluar sudu (b2)

Q*       : kapasitas desain pompa ditambah persen kebocoran
D2        : diameter ujung sisi keluar sudu impeller
Vr2       : kecepatan radial pada ujung sisi keluar
ε2         : faktor kontraksi luasan penampang alir fluida pada sisi keluar sudu

Jumlah sudu (z) diberikan oleh rumus Pfleiderer

D1        : diameter ujung sisi masuk sudu impeller
D2        : diameter ujung sisi keluar sudu impeller
βm        : rata-rata aritmatik dari sudut kelengkungan sudu di sisi masuk dan keluar βm = (β1 + β2)/2

Faktor kontraksi (ε)

z          : jumlah sudu
t           : tebal sudu
b          : sudut kelengkungan pada lingkar impeller
D         : diameter


Segitiga kecepatan dengan koreksi nilai Vu2 (Stepanoff, 1957)

Kontributor: Feri Wijanarko (feriwidjarnako@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD dan FEA.