Sistem penggerak proses

Sistem penggerak berfungsi sebagai sistem dasar suatu industri untuk menghasilkan produk sehingga proses produksi berjalan lebih cepat dan masif. Setiap sistem penggerak memiliki komponen dasar untuk menjalankannya yaitu:

1. Motor

Motor adalah penggerak yang beroperasi dengan memanfaatkan gaya magnet dan listrik menjadi gerakan memutar. Bagian utama dari motor adalah rotor dan stator. Rotor adalah komponen berputar yang digunakan sebagai poros putaran pada motor dan terlilit oleh kawat tembaga yang menghasilkan medan magnet. Stator adalah komponen diam (statis) yang berfungsi sebagai pengatur perputaran rotor. Stator dililit oleh kawat tembaga yang menghasilkan medan magnet.

Prinsip kerja dari motor adalah pemanfaatan gaya lorentz. Gaya lorentz adalah gaya yang timbul akibat arus listrik yang berada di medan magnet. Listrik yang masuk dari power supply mengalir menuju kumparan stator dan rotor dihasilkan gaya Lorentz berupa rotasi pada motor listrik untuk menggerakkan batang shaft yang kemudian dapat dipakai untuk segala kebutuhan. Contoh pengaplikasian penggunaan motor adalah pompa, compressor, conveyor, blower, dan lain-lain.

2. Turbin Uap

Turbin uap adalah penggerak yang beroperasi dengan memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi sehingga mampu memutar rotor dan blade turbin. Perputaran rotor dan blade disambungkan ke generator yang berfungsi sebagai konversi energi gerak (putaran) menjadi listrik. Pengaplikasian turbin biasanya digunakan pada industri pembangkit listrik.

3. Mesin Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine)

Internal combustion engine adalah penggerak yang beroperasi dengan memanfaatkan hasil pembakaran dari campuran udara dan bahan bakar sehingga menghasilkan tekanan gas tinggi di dalam silinder engine yang mampu menghasilkan energi mekanik (putaran) dan memutar poros engine. Poros pada engine akan dihubungkan ke komponen lain untuk memutar komponen tersebut. Pengaplikasian internal combustion engine biasanya digunakan pada genset listrik dan otomotif.

Ketiga macam komponen utama sistem penggerak proses ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing berdasarkan efisiensi, daya, biaya, dan energi yang dihasilkan. Jadi pemilihan komponen akan disesuaikan sesuai kebutuhan industri.

Pelajari selengkapnya tentang peralatan proses kimia dengan klik disini

KONTRIBUTOR: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:

Walas, M. Stanley. 1990. Chemical Process Equipment Selection and Design. Washington: USA Butterworth-Heinemann.

https://www.indotara.co.id/electric-motor-distributor-alat-berat-indonesia&id=602.html (diakses pada tanggal 29 Maret 2021)

https://www.wartsila.com/energy/learn-more/technical-comparisons/gas-turbine-for-power-generation-introduction (diakses pada tanggal 29 Maret 2021)

https://medium.com/swlh/internal-combustion-engine-and-the-four-stroke-engine-12381fc54a98 (diakses pada tanggal 29 Maret 2021)

Velg atau rim sepeda motor

Velg atau roda sepeda motor merupakan komponen terakhir yang mengakomodir seluruh tenaga atau daya yang dihasilkan oleh proses pembakaran pada engine sepeda motor yang dikonversikan menjadi energi mekanik yang ditransmisikan pada roda sehingga roda sepeda motor dapat bergerak.

Sumber: https://www.google.com/amp/s/m.otosia.com

Velg pada sepeda motor bekerja sebagai titik tumpu yang mampu menyangga beban sepeda motor dan beban pengendara itu sendiri. Kerusakan atau gangguan yang terjadi pada velg tentunya akan menyebabkan ketidaknyamanan dan mengancam keselamatan sehingga perlu dilakukan servis atau perawatan berkala pada velg tersebut.

Kerusakan pada velg dipengaruhi oleh kondisi jalan yang tidak merata atau rusak oleh kondisi jalan yang tidak merata dan berlubang, takanan angin pada ban kendaraan yang kurang, beban berlebihan yang ditumpu velg dan kecepatan kendaraan yang berlebihan.

Kerusakan-kerusakan pada velg tersebut disebabkan oleh terjadinya deformatif atau perubahan mekanis yang menyebabkan perubahan bentuk atau dimensi velg menjadi tidak presisi seperti bentuknya yang semula.

Langkah perawatan pada velg tersebut dapat dilakukan dengan memeriksa kondisi velg. Jika terjadi kerusakan maka dapat dilakukan proses perbaikannya.

Kerusakan yang sering terjadi adalah kebengkokan pada velg yang menyebabkan bentuknya menjadi tidak simetris. Untuk memperbaikinya dapat dengan mengembalikan bentuknya seperti semula dengan proses press atau pengetokan secara manual.

Pengetokan secara manual harus dilakukan secara cermat dan teliti sehingga velg harus dipanaskan terlebih dahulu supaya mudah dibentuk diluruskan kembali secara bertahap untuk menjadi velg agar tidak pecah.

Penyetelan jari-jari dengan menyamakan tingkat ketegangan dan kelurusan masing-masing jari-jari sehingga perputaran roda atau velg menjadi stabil.

Pemasangan jari-jari pada velg harus diperhatikan dengan seksama panjang jari-jarinya. Pada bagian dalam panjang jari-jarinya lebih pendek dibandingkan dengan panjang jari-jarinya pada bagian luar.

Jumlah kesemua jari-jarinya ada 36 batang. 36 batang tersebut harus terpasang sempurna sesuai dengan perbedaan ukuran pada jari-jari tersebut.

Langkah terakhir adalah penyetelan velg sesuai dengan standarnya. Jari-jari tersebut diatur secara menyilang sehingga dapat menjaga velg tidak mudah bengkok, jari-jarinya tersusun rapi dan berstruktur kuat sehingga menjadi aman dan nyaman dikendarai.

Untuk artikel-artikel lainya terkait teknik otomotif, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:
Wahyuni, Siti. 2014. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Untuk SMK/MAK Kelas XII.

Surakarta: Putra Nugraha

https://www.google.com/amp/s/m.otosia.com/amp/berita/biar-tak-awam-jenis-velg- sepeda-motor-pabrikan.html (Diakses pada 29 Januari 2021)

Suspensi sepeda motor

Suspensi sepeda motor merupakan bagian dari chasis yang dipasangkan diantara bagian bodi atau rangka sepeda motor dengan roda-roda yang berfungsi untuk meredam kejutan atau getaran-getaran akibat beban dinamis dan beban statis yang berupa kondisi atau lonjakan jalan dan berat serta beban kendaraan yang menjadi tumpuan.

Sumber: https://m.medcom.id

Suspensi sepeda motor bekerja untuk meredam getaran-getaran atau kejutan- kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan jalan, suspensi sepeda motor ini juga berfungsi untuk menopang atau menahan beban kendaraan dan pengendara.

Suspensi dibuat dengan konstruksi dan material yang fleksibel sehingga mampu menyesuaikan dengan pembebanan yang ditumpu sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan stabilitas selama berkendara.

Suspensi bekerja secara fleksibel dengan menangkap getaran atau kejutan yang berasal dari roda akibat atau kondisi permukaan jalan kemudian suspensi melakukan gerakan mengayun untuk mengembalikan kembali getaran tersebut ke roda sehingga tidak menimbulkan getaran atau kejutan pada body atau rangka sepeda motor.

Pada dasarnya sistem suspensi merupakan penggabungan antara pegas dan peredam kejut, hal tersebut berfungsi untuk menstabilkan kembali dengan meredam atau menyerap gerakan ayunan berlebihan pada pegas yang ditimbulkan oleh getaran- getaran permukaan jalan.

Gangguan atau kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada suspensi sepeda motor adalah ketidakstabilan suspensi dalam meredam dan menahan guncangan dan pembebanan akibat suspensi depan atau belakang yang melemah artinya gerakan suspensi untuk menstabilkan terlalu lambat dan adapula suspensi depan atau belakang yang terlalu kaku dan keras sehingga penstabilan menjadi tidak normal sehingga dapat menimbulkan suara atau getaran yang tidak normal pada suspensi.

Suspensi yang melemah baik pada suspensi depan maupun belakang disebabkan oleh pemasangan per atau pegas yang melemah dan pemakaian minyak yang melumasi dan meredam kejutan tidak sesuai dengan kriteria dan standar pemakaiannya sehingga dapat disebabkan pula oleh penggunaan minyak yang berlebihan.

Sedangkan suspensi yang terlalu keras juga disebabkan oleh penggunaan minyak yang tidak tepat untuk meredam kejutan dan berkurangnya minyak yang digunakan akibat kebocoran sehingga kinerja suspensi tidak stabil menjadi keras dan kaku.

Munculnya suara atau getaran yang tidak normal pada suspensi disebabkan oleh kerusakan pada salah satu komponen sistem suspensi baik pada bagian tabung suspensi maupun seal yang terdapat pada pegas untuk menahan atau meredam getaran.

Langkah perbaikan dan perawatan sistem suspensi dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, periksa setiap detail komponen suspensi apakah mengalami kebocoran atau kerusakan. Jika terjadi kebocoran maka segera lakukan pembongkaran dan ganti oil seal yang telah aus.

Bersihkan minyak pada kedua pipa garpu dan ganti dengan minyak yang baru sesuai spesifikasi yang digunakan. Gunakan dial indicator untuk memeriksa kebengkokan pada pada kedua poros roda depan, roda belakang dan dudukan poros garpu belakang.

Lakukan pembongkaran dan perbaikan sesuai spesifikasi petunjuk servis suspensi yang dilakukan sesuai prosedur. Jangan lakukan pembongkaran dengan cara dipukul dan jangan pula mencuci komponen yang terbuat dari karet atau seal. Lakukan penggantian oli untuk melumasi bagian komponen suspensi sesuai standar pembongkaran dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai untuk pembongkaran dan perbaikan suspensi.

Setiap komponen pada suspensi yang mengalami kerusakan, keausan dan pembengkokan maka harus dilakukan perbaikan yang sesuai standar servis atau perawatan berkala untuk suspensi.

Untuk artikel-artikel lainya terkait teknik otomotif, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:
Wahyuni, Siti. 2014. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Untuk SMK/MAK Kelas XII.

Surakarta: Putra Nugraha
Wahyuni, Siti. 2014. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Untuk SMK/MAK Kelas XI.

Surakarta: Putra Nugraha

https://m.medcom.id/amp/zNPdjRgN-ini-musuh-bersama-rantai-dan-suspensi-sepeda-motor (Diakses pada 29 Januari 2021)

Pompa oli sepeda motor

Pompa oli sepeda motor berfungsi untuk memberi tekanan dan mendistribusikan atau mensirkulasikan oli keseluruhan komponen-komponen mesin sepeda motor. Oli disirkulasikan secara merata dengan debit yang telah ditetapkan sesuai standar untuk melumasi komponen-komponen mesin sehingga mampu bergerak dinamis tanpa terjadinya gesekan dan hambatan.

Sumber: https://bacabrosur.blogspot.com

Oli bekerja untuk melumasi dan melindungi komponen mesin dari keausan akibat pergerakan komponen-komponen bergesekan yang secara kontinu lama- kelamaan akan menimbulkan keausan, meredam panas dan getaran yang timbul dan dapat merusak fungsi kerja komponen mesin sepeda motor.

Salah satu komponen yang harus diperhatikan kebersihannya adalah filter oli. Filter oli yang tidak pernah diganti atau tidak bersih dapat menyebabkan masuknya zat kontaminasi yang bercampur dengan oli yang nantinya akan menghilangkan efektivitas kinerja daripada oli tersebut sehingga secara kontinu akan menyebabkan kerusakan pada pompa oli.

Oleh karena itu perawatan pada pompa oli dilakukan dengan mengecek dan membersihkan serta mengganti filter oli tersebut jika telah mengalami kerusakan. Pengecekan selanjutnya dilakukan pada komponen-komponen gear pompa oli. Jika gear mengalami keausan maka harus diganti dengan komponen gear lain sehingga efektivitas kinerja pompa dapat berfungsi maksimal kembali.

Selain keausan pada komponen gear, pompa oli juga dapatmengalami penyumbatan atau oli tidak dapat mengalir pada selang salurannya. Hal itu disebabkan oleh masuknya udara melalui selang yang mengakibatkan oli tidak dapat mengalir dengan lancar. Oleh karena itu pada saat pembersihan atau pengecekan, jangan gunakan udara bertekanan untuk membersihkan selang pompa oli.

Pengecekan pompa oli untuk mengetahui apakah mengalami kerusakan atau masih bekerja dengan normal dapat dilakukan dengan melakukan pembongkaran dan periksa lubang kecil pada saluran oli, jika olinya tidak mampu mengalir keluar dari saluran tersebut maka dapat dipastikan pompa oli tersebut mengalami kerusakan sehingga oli tidak dapat mengalir ke bagian silinder head.

Pompa oli merupakan komponen yang sangat penting sebagai sumber pengontrolan oli keseluruhan bagian-bagian mesin lainnya. Ibarat darah dalam tubuh yang harus disuplai keseluruhan organ tubuh lainnya, maka begitu pula sepeda motor.

Jika pompa oli tidak bekerja normal atau mengalami kerusakan, otomatis seluruh komponen mesin akan bekerja tanpa adanya suplai dan pelumasan sehingga mengakibatkan keausan, kelebihan panas atau overhaul akibat komponen yang saling bergesekan. Dan lebih parahnya lagi seluruh komponen dapat mengalami kerusakan fatal dan mesin mati total.

Oleh karena itu lakukan perawatan dengan membersihkan pompa oli dari zat- zat pengotor yang menutupi atau menyumbat saluran mengalirnya oli ke komponen lainnya.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber: https://bacabrosur.blogspot.com/2018/08/fungsi-pompa-oli-komponen-dan-cara- kerjanya.html?m=1 (Diakses pada 25 Januari 2021)

Kopling sepeda motor

Kopling merupakan alat penerus daya yang bekerja untuk memindahkan tenaga dari mesin ke roda sepeda motor sehingga sepeda motor dapat bergerak. Kopling meneruskan tenaga dari perputaran poros engkol ke transmisi dan melepaskan hubungan antara poros engkol dan transmisi melalui proses pemindahan gigi.

Sumber: www.semisena.com

Transmisi akan mengubah atau mengkonversi kecepatan perputaran poros dari kecepatan putar yang tinggi menuju kecepatan putar yang lebih rendah dan lebih bertenaga atau sebaliknya.

Dikutip dari laman daya auto.co.id kopling terdiri dari tiga jenis yang secara umum digunakan pada sepeda motor yaitu kopling manual, kopling sentrifugal dan kopling ganda.

Namun pada kendaraan sepeda motor biasanyaenggunakan kopling tipe plat yaitu kopling plat basah dan kopling plat kering. Kopling plat basah seluruh komponen akan dilumasi dan direndam oli sedangkan kopling plat kering tidak dilumasi oli. Oleh sebab itu oli yang digunakan pada kedua kopling ini juga berbeda sesuai standar JASO yang digunakan untuk kopling basah dan kering. Dikutip dari laman kompas.com JASO MA untuk kopling kering biasanya digunakan pada sepeda motor bebek sedangkan JASO MB untuk kopling basah biasanya pada sepeda motor matic.

Tune up atau perawatan berkala pada komponen-komponen mesin kopling dapat dilakukan dengan memeriksa penggantian oli. Hal ini penting dilakukan karena kopling tersusun dari komponen-komponen yang berputar pada poros akan saling bergesekan. Oli melumasi seluruh komponen tersebut untuk mencegah benturan dan gesekan yang akan menyebabkan gangguan dan kerusakan pada komponen kopling tersebut.

Setelah dilakukan ganti oli, selanjutnya lakukan pemeriksaan pada kanvas kopling. Cek apakah kanvas kopling sudah habis atau sudah menipis maka harus diganti dengan kopling kopling yang baru.

Di kutip dari laman kompas.com, kanvas kopling yang menipis akan menyebabkan oli mesin menjadi hitam pekat disebabkan banyak serpihan-serpihan dan kotoran-kotoran yang menumpuk dan bercampur dengan oli sehingga menjadi cepat kotor.

Menipisnya kanvas kopling juga menyebabkan tarikan awal motor tidak responsif artinya tenaga tidak dapat tersalurkan dengan baik sehingga membutuhkan tenaga putar atau rpm yang lebih besar untuk menjalankan sepeda motor sehingga akan terasa berat ketika tuas kopling ditarik.

Langkah selanjutnya bersihkan kabel kopling, biasanya kabel kopling akan kotor akibat serpihan kerak-kerak dan kotoran yang menempel dan menumpuk pada kabel kopling tersebut. Maka gunakan cairan pelumas anti karat untuk membersihkan dan meminimalisir menumpuknya karat pada kabel kopling.

Tarik handling kopling untuk mengecek tarikan kopling apakah sudah berubah entek atau masih terasa berat. Jika masih berat maka tambahkan lagi cairan pembersih tersebut dan periksa kembali beberapa kali handling kopling tersebut.

Dan terakhir selalu perhatikan kualitas bahan bakar yang digunakan, hal ini juga penting untuk menjaga kehalusan dan kualitas tenaga yang dihasilkan dari proses pembakaran. Pembakaran yang sempurna akan berdampak pada tenaga yang diteruskan melalui kopling tersebut dan sebaliknya pembakaran yang buruk atau tidak sempurna akan berdampak buruk pula pada kinerja kopling.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/otomotif/read/2020/02/11/18240 0415/ciri-kampas-kopling-motor-manual-mulai-habis (Diakses pada 5 Janauari 2021)

https://www.semisena.com/7152/sepeda-motor-alami-selip-kopling-kenapa-ya.html (Diakses pada 5 Januari 2021)

https://www.wahanahonda.com/blog/4-cara-merawat-motor-kopling-agar-tetap- awet (Diakses pada 5 Januari 2021)

Oli sepeda motor

Pada dasarnya setiap komponen dan engine sepeda motor dalam waktu dan pemakaian tertentu akan mengalami perubahan atau penurunan efektifitas fungsi dan kinerja sebagaimana pada kondisi standarnya sehingga perlu dilakukan tune up.

Tune up sepeda motor adalah service atau perawatan berkala yang dilakukan untuk menstandarkan kembali komponen-komponen sepeda motor sehingga dapat berfungsi secara optimal kembali.

Tune up sepeda motor terdiri dari service engine, chasis dan kelistrikan. Tiga bagian ini merupakan prosedur penting dalam perawatan tune up sepeda motor.

Sumber gambar: m.kumparan.com

Langkah pertama untuk melakukan tune up engine sepeda motor adalah pemeriksaan oli. Oli berfungsi untuk melumasi dan mendinginkan komponen- komponen mesin sehingga dapat bergerak tanpa adanya gangguan panas dan gesekan.

Oli sepeda motor memiliki kekentalan tertentu dalam SAE (Society of Automotive Engineers) sesuai spesifikasi sepeda motor tersebut. Namun perlu diperhatikan jika viskositas atau kekentalan dari oli tersebut menurun, jumlah olinya berkurang, warnanya berubah drastis pada jangka pemakaian dua bulan dan mencapai jarak tertentu dalam km maka perlu dilakukan ganti oli pada sepeda motor tersebut.

Pemeriksaan oli pada sepeda motor dapat dilakukan dengan menggunakan stick oli. Pada pemeriksaan, jumlah oli yang berada dalam tangki oli harus berada antara tanda batas atas dan tanda batas bawah stick oli.

Dikutip dari laman kompas.com standar penggantian oli adalah setiap 2.000 km/2 bulan untuk sepeda motor sistem karburator dan 4.000 km/ 4 bulan untuk sepeda motor sistem injeksi.

Oli bekerja melumasi setiap komponen-komponen mesin dan komponen- komponen transmisi yang bergerak secara kontinu untuk menghasilkan tenaga dan daya mekanik sepeda motor. Dalam hal ini untuk sepeda motor tipe matic dikenal dengan dua istilah yaitu oli mesin dan oli gardan atau oli gear.

Pada sepeda motor matic, oli mesin hanya akan melumasi komponen mesinnya saja, sedangkan pada motor manual yang menggunakan engine 4 tak, oli mesin ini berfungsi ganda dengan bekerja melumasi komponen mesin dan sistem transmisinya sehingga pada sepeda motor jenis ini tidak menggunakan oli gardan.

Oli gardan hanya digunakan untuk sepeda motor matic, oli gardan ini bekerja untuk melumasi seluruh bagian gardan sepeda motor. Dikutip dari laman Teknik- Otomotif.com, penggantian oli gardan dilakukan setiap 15.000 km atau sekitar 1 tahun.

Sesuai dengan standar penggantiannya, oli harus diganti bila sudah mencapai waktu dan jarak tempuh sepeda motor tersebut walaupun dalam suatu kasus sepeda motor yang belum mencapai jarak tempuh standar dan jarang digunakan tetapi sudah mencapai tempo waktu standarnya maka tetap harus diganti olinya.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:

https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/perbedaan-antara-oli-mesin-dan- oli.html?m=1#:~:text=Oli%20gardan%20atau%20oli%20gear,lebih%20kental%20dari% 20oli%20mesin (Diakses pada 3 Januari 2021)

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/otomotif/read/2020/01/30/08120 0715/waktu-ganti-oli-yang-tepat-untuk-motor-yang-jarang-dipakai (Diakses pada 3 Januari 2021)

https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/kumparanoto/ganti-oli- motor-sebaiknya-perhatikan-engine-hour-1qxNgp0QLsa (Diakses pada 3 Januari 2021)

FILTER OLI SEPEDA MOTOR

Tidak dapat dipungkiri, suatu zat akan terkontaminasi atau tercampur dengan zat atau bahan lain yang tentunya akan merusak sifat dan efektivitas dari zat tersebut. Oleh karena itu maka dibutuhkan suatu penyaring atau suatu alat yang dapat memisahkan atau menyaring zat kontaminasi tersebut.

Pada sepeda motor dikenal dengan filter, ada filter oli dan filter udara. Filter oli ini biasanya dimensinya agak kecil dan biasanya terletak dibawah mesin dibagian kiri.

Sumber: gridoto.com

Filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran berupa debu, partikel- partikel kecil atau flat sisa-sisa pembakaran yang tidak habis dibakar agar tidak bercampur dengan oli yang disirkulasikan keseluruhan komponen mesin dan masuk keruang bakar.

Efek yang akan ditimbulkan jika oli terkontaminasi dengan zat atau kotoran maka dapat menimbulkan beberapa kendala atau kerusakan terlebih lagi jika terjadi secara terus menerus.

Dikutip dari laman gridoto.com filter oli hanya dapat menyaring partikel- partikel berukuran 10-20 micrometer. Artinya partikel-partikel halus baik debu maupun zat kontaminan lainnya akan tetap masuk melewati filter oli. Itulah sebabnya meskipun menggunakan filter, oli pada sepeda motor berwarna hitam dan encer.

Akibatnya mesin harus bekerja keras dan bergerak lebih cepat sehingga akan terjadinya gesekan-gesekan pada komponen-komponen mesin tersebut. Biasanya jika hal ini terjadi secara kontinu maka mesin akan aus dan rusak sehingga energi mekanik yang dihasilkan tidak optimal.

Tune up atau perawatan berkala pada filter oli dilakukan dengan cara memeriksa dan membersihkan filter oli tersebut. Namun dalam suatu masa pemakaian filter oli tersebut harus diganti.

Pada dasarnya penggantian filter ideal dilakukan setiap melakukan penggantian oli. Dikutip dari laman m.kumparan.com penggantian filter tidak boleh lebih dari dua kali ganti oli.

Sama halnya oli yang harus diganti dalam waktu dan jarak tempuh 2.000 km atau 4.000 km yaitu sekitar dua atau empat bulan, filter oli juga harus rutin diganti. Dikutip dari laman gridoto.com filter oli harus diganti setiap 10.000 km atau 20.000 km sekitar satu sampai dua tahun sesuai dengan tipe filter yang digunakan.

Filter oli terdiri dari beberapa tipe yakni filter oli tipe kertas, kassa atau saringan kawat dan tipe cartride. Pada sepeda motor matic biasanya menggunakan filter oli tipe kassa atau saringan kawat. Filter kassa ini harus diganti dua tahun sekali. Sedangkan pada sepeda motor yang menggunakan filter oli tipe kertas seperti Yamaha Vixion, biasanya filter oli diganti sekitar satu tahun sekali.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Siklus refigerasi (reversed carnot cycle)

Mesin empat tak (four stroke engine)

Mesin empat tak atau four stroke engine adalah sebuah mesin pembakaran dalam yang memerlukan empat langkah naik turun piston untuk menghasilkan tenaga. Itu sebabnya disebut empat tak, karena mesin tersebut membutuhkan empat langkah kerja untuk satu kali proses. Empat langkah tersebut meliputi langkah hisap (pemasukan), langkah kompresi, langkah tenaga, dan langkah buang, yang secara keseluruhan memerlukan dua putaran poros engkol/crankshaft dan satu putaran camshaft per satu siklus pada mesin bensin atau mesin diesel.

Sekarang ini, mesin pembakaran dalam pada mobil, sepeda motor, truk, pesawat, kapal, alat berat, dan sebagainya, umumnya menggunakan mesin empat tak. Mesin ini kurang responsif dibandingkan mesin dua tak, tetapi mesin ini lebih efisien. Mesin ini juga lebih ramah lingkungan, karena hanya membutuhkan bensin, tidak ada oli samping. Putaran/RPM mesin ini menggunakan tenaga yang relatif lebih rendah dibandingkan mesin dua tak, dan tenaga yang dikeluarkan lebih rendah juga. Mesin ini menggunakan valve/katup yang digerakan oleh camshaft yang tidak dipakai oleh mesin dua tak, sehingga semua siklus yang harus dilakukan lebih sempurna. 

Bagian-bagian mesin empat tak. Sumber: blogspot.com/

Piston akan bergerak naik turun di dalam silinder mesin. Titik tertinggi yang akan dicapai piston biasa disebut dengan titik mati atas (TMA), sedangkan titik terendahnya disebut titik mati bawah (TMB). Pada prinsipnya agar mesin empat tak dapat menghasilkan tenaga yang optimal, maka harus ada empat komponen, yaitu udara, bahan bakar, kompresi, loncatan bunga api (spark). Berikut adalah langkah proses kerja dari mesin empat tak:

Langkah-langkah mesin empat tak
  1. Intake (hisap/pemasukan)

Piston bergerak dari TMA menuju TMB, disini posisi katup/klep masuk (intake) terbuka dan       katup keluar (exhaust) tertutup untuk menciptakan keadaan vacuum di dalam silinder mesin,        yang mengakibatkan udara (mesin diesel) atau gas (sebagian besar mesin bensin) yang             sudah dikabutkan terhisap masuk ke dalam ruang bakar melalui katup intake. Tenaga mesin         yang diproduksi tergantung dari seberapa banyak jumlah bahan bakar yang terbakar selama     proses pembakaran.

2. Compression (kompresi)

Langkah kompresi dimulai ketika piston mulai bergerak ke TMA dari TMB, disini posisi katup intake dan exhaustakan menutup, sehingga campuran udara-bahan bakar terperangkap di dalam silinder dan terkompresi (termampatkan) hingga beberapa saat sebelum piston sampai pada posisi TMA, waktu penyalaan (timing ignition) terjadi (pada mesin bensin berupa busi yang menyala, sedangkan pada mesin diesel berupa semprotan (suntikan) bahan bakar). Tujuan dari langkah ini, yaitu untuk meningkatkan temperatur, sehingga campuran udara dan juga bahan bakar dapat bersenyawa. 

3. Power (tenaga)

Dimulai dengan menyalakan busi yang terletak di kepala silinder yang menyebabkan percikan bunga api (spark) untuk membakar campuran udara-bahan bakar. Dalam waktu yang singkat, campuran udara-bahan bakar mengembang dan meledak, sehingga menciptakan tekanan yang sangat tinggi terhadap piston. Tekanan inilah yang mendorong piston ke bawah menuju TMB dan menggerakan crankshaft yang akan memutar fly wheel yang pada akhirnya akan memutar gear untuk menggerakkan roda kendaraan.

4. Exhaust (buang)

            Pada langkah ini, posisi katup exhaust terbuka dan katup intake tertutup, lalu piston naik menuju TMA karena dorongan balik dari crankshaft yang mengakibatkan sebagian gas           buang atau sisa pembakaran terdorong menuju katup exhaust untuk diteruskan ke lubang             pembuangan atau exhaust port. Ketika piston mulai mendekati TMA, maka katup buang akan menutup dan katup intake akan membuka. Pembukaan katup intake ini adalah awal siklus baru. Siklus ini terjadi di silinder mesin dan akan berulang selama mesin berjalan.

Untuk mempelajari artikel lain seputar mekanika fluida, klik di sini.

Kontributor: Feri Wijanarko

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan jasa layanan dibawah CV. Markom dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.