Storage Tank

Storage tank atau yang lebih sering dikenal dengan tangki penyimpanan merupakan salah satu unit atau peralatan yang terdapat dalam bidang teknik proses baik dalam skala kecil, menengah ataupun industri
besar. Alat ini banyak ditemukan di industri kimia seperti industri oil and gas, petrokimia, polimer, dan yang lainnya. Kegunaan storage tank ini sangat luas. Selain untuk penyimpanan, juga sebagai media untuk mengalirkan fluida ke tangki atau unit yang lainnya.

Tangki penyimpanan seringkali berbentuk silinder, tegak lurus dengan tanah dengan dasar datar, dan atap yang rapuh atau terapung. Ada banyak peraturan lingkungan yang diterapkan pada desain dan pengoperasian tangki penyimpanan, seringkali bergantung pada sifat fluida yang terkandung di dalamnya. Tangki penyimpanan di atas tanah berbeda dengan tangki penyimpanan bawah tanah  dalam jenis peraturan yang diterapkan. Tangki penyimpanan di atas tanah dapat digunakan untuk menampung bahan-bahan seperti minyak bumi, bahan limbah, air, bahan kimia, dan bahan berbahaya lainnya, sambil memenuhi standar dan peraturan industri yang ketat.

Contoh bentuk storage tank. Sumber: www.applus.com ; ergil.com ; gsb.co.id

Pembuatan tangki sangat intensif. Keterampilan seorang perakit storage tank sangat dibuktikan dengan
mata terlatih. Baja biasanya dibeli dalam bentuk kumparan sebelum diratakan dan dipotong memanjang. Banyak perakit akan membeli baja dari gudang pemasok yang akan meratakan dan memotong baja menjadi panjang sebelumnya untuk pengiriman.

Kebanyakan perakit akan menggunakan satu potong baja untuk membuat body tangki, jika memungkinkan. Namun, karena diameter yang dibutuhkan pada tangki yang lebih besar (biasanya 12.000 gal atau lebih), bahan stok pencocokan diameter seringkali tidak tersedia. Jika ini terjadi, perakit harus menyatukannya dua atau terkadang tiga lembar baja untuk memenuhi dimensi yang dibutuhkan. Perakit akan mengelas lembaran bersama-sama dan potong agar sesuai dengan radius yang dibutuhkan untuk tangki. Sebelum mengepakkan plat logam body tangki, perakit akan menggiling hasil las dengan logam dasar di area yang akan bersentuhan dengan flange. Tegangan yang ditimbulkan pada pengelasan selama operasi flang dapat menghasilkan retakan.

Tangki memiliki komponen yang relatif sedikit sehingga material cukup mudah untuk dicari dan dipantau dibandingkan dengan produk seperti mobil. Kebanyakan tangki terbuat dari baja rol panas. Banyak perakit tangki akan membeli baja yang memenuhi persyaratan ASTM, misalnya A36 atau A569. Lebih Penting untuk baja, apakah itu bersertifikat ASTM, atau kualitas komersial, adalah karbon atau karbon konten kesetaraan. Kandungan karbon baja tidak boleh melebihi 0,3 persen. Selain itu, kesetaraan karbon tidak boleh melebihi 0,53 persen. Untuk menghitung kesetaraan karbon (CE) baja, gunakan rumus berikut:

CE = C + (Mn + Si)/6 + (Cr +Mo + V)/5 + (Ni + Cu)/15

Standard untuk storage tank yang diatur oleh API dituangkan dalam bentuk dokumen tertulis di bagian API STD 620 tentang Recommended tanks for Design and Construction of Large, Welded, Low and Pressure Storage tanks. Dimana diatur beberapa hal mengenai konstruksi tangki, antara lain:

  • Volume ruang uap: diatas level desaindari high liquid diatas nilai kapasitas jangan kurang dari 2% dari kapasitas total liquid.
  • Suhu dari liquid, uap atau gas di dalam tangki atau ketika masuknya tidak boleh lebih dari 250°F.
  • Tekanan maksimum tangki disesuaikan dengan rating nominal tekanan untuk tangki dan tidak boleh lebih dari 15 Ibf/in2 gauge (1,034 bar g).
  • Sistem perpipaan dan material pipa yaitu Carbon steel pipa sesuai dengan standard ASTM A 53.

Kontributor: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD/FEA.

Sumber:

https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Storage_tank&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp&prev=sear (diakses pada tanggal 22 April 2021)

https://www.applus.com/global/en/what-we-do/service-sheet/storage-tank-inspection (diakses pada tanggal 22 April 2021)

https://ergil.com/storage-tanks/ (diakses pada tanggal 22 April 2021)

https://gsb.co.id/product/storage-tank-for-cpo/ (diakses pada tanggal 22 April 2021)

Engine Bearing (Bantalan Mesin)

Sebagian besar mesin (engine) memiliki komponen poros yang berputar terus menerus sehingga mampu menggerakan sistem. Perlu adanya komponen pengaman agar poros berputar secara sempurna dan menghindarkan poros dari kerusakan. Oleh karena itu, bearing (bantalan) dipasang pada setiap poros mesin.

Bearing adalah komponen elemen mesin yang menopang poros dan bagian sekitarnya untuk mempertahankan keakuratan putaran poros serta mengurangi gesekan dan keausan poros dan komponen lainnya. Pengembangan bearing adalah salah satu langkah paling revolusioner dalam pengembangan mesin di dunia. Bearing pertama kali dirancang oleh Leonardo da Vinci.

Jenis-jenis Bearing

Jenis-jenis bearing. Sumber: www.sail-world.com

Plain: Memiliki permukaan yang halus serta padat dan berbentuk seperti selotip. Poros akan berputar pada pusat bearing. Cocok digunakan pada RPM dan beban tinggi.

Ball: Bola bola kecil memiliki sedikit kontak antar permukaan, sehingga menghasilkan gesekan yang rendah. Namun, permukaan bola dapat berubah bentuk di bawah beban yang lebih berat dan mengakibatkan kemacetan. Cocok digunakan pada beban dan RPM rendah.

Roller: Tabung kecil yang disusun di sekitar bagian tengah bearing. Roller aus lebih cepat daripada ball bearing tetapi dapat membawa beban lebih tinggi karena memiliki area kontak yang lebih tinggi.

Material Penyusun Bearing

Metal (Logam) : Cocok digunakan pada beban tinggi, RPM tinggi, dan temperatur kerja yang sangat tinggi.

  • Paduan tembaga
  • Paduan aluminium
  • Besi cor
  • Stainless steel
  • Baja karbon

Non-metal (Non-logam) : Cocok digunakan pada beban rendah, RPM rendah, dan temperatur rendah.

  • Plastik
  • Karbon-grafit
  • Karet
  • Kayu

Salah satu masalah utama bearing adalah gesekan. Gesekan yang meningkat menyebabkan putaran poros melambat dan operasi yang tidak efisien. Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada mesin karena seringnya logam ke logam bersentuhan antar permukaan.

Gesekan dapat diatasi dengan penggunaan pelumas, tetapi bahkan pelumas bukanlah solusi yang sangat efisien. Pelumas yang sesuai harus digunakan agar sesuai dengan aplikasi tertentu, atau tidak akan efektif. Selain itu, pelumas membutuhkan penggantian yang sering dan pembuangan harus dilakukan dengan benar untuk menghindari kontaminasi lingkungan.

>>KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TEKNIK UMUM LAINNYA!

Kontributor: Daris Arsyada

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD dan FEA.

Sumber:

https://www.tribonet.org/wiki/engine-bearing/ (diakses pada tanggal 19 April 2021)

https://www.sail-world.com/news/207631/Difference-between-Plain-Ball-and-Roller-Bearings (diakses pada tanggal 19 April 2021)

Qiu, Meng, Long Chen, Yingchun Li, Jiafei Yan. 2017. Bearing Tribology: Principles and Applications. Beijing: National Defense Industry Press, Beijing and Springer-Verlag Berlin Heidelberg

Spray Drying

Perancangan Kompressor Sentrifugal

Kompresor sentrifugal adalah salah satu mechanical equipment yang masuk ke dalam jenis rotating mechanical equipment. Pada umumnya peralatan mekanik sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu static equipment dan rotating equipment. Disebut sebagai rotating equipment karena pada dasarnya kompresor itu sendiri memiliki komponen yang bergerak. Kompresor merupakan alat yang digunakan untuk menghasilkan udara bertekanan (meningkatkan tekanan udara dari atmosfir ke tekanan yang dibutuhkan) dari fluida kompresibel. Penggunaan kompresor sangat nudah kita jumpai baik dalam dunia industri maupun dikehidupan kita sehari-hari, akan tetapi kita tidak menyadari hal tersebut. Mulai dari kompresor untuk mengisi udara ke ban, kompresor di pendingin, mesin, proses kimia, transmisi gas, manufaktur dan di hampir setiap tempat yang mana terdapat kebutuhan untuk mengompres fluida kompresible (Hanlon, 2001).

Pemilihan jenis kompresor didasarkan dengan melihat faktor faktor yang ada, antara lain adalah berdasarkan tujuan penggunaan kompresor dan juga berdasarkan dari debit dan tekanan yang dibangkitkan. Salah satu jenis kompresor yang paling banyak digunakan di dunia industri adalah kompresor sentrifugal. Hal tersebut dikarenakan kompresor jenis ini dapat dioperasikan dalam durasi waktu yang cukup lama. Disamping itu, kompresor ini mudah dalam hal pengaturan kapasitas dan juga tekanan yang ingin dibangkitkan. Dikarenakan kebutuhan lapangan yang banyak menggunakan kompresor sentrifugal, maka proses perancangan kompresor ini dapat dirancang dengan memvariasikan parameter-parameter yang ada. Parameter tersebut bisa ditemukan dengan memodifikasi pada komponen-komponen utama pada kompresor sentrifugal, antara lain saluran inlet, impeler, difuser dan rumah keong (volute). Dengan adanya variasi tersebut, maka harapan besar bisa mendapatkan desain kompresor sentrifugal yang optimal dengan melihat performa besarnya tekanan dari proses kompresi.


Tahap kompresor sentrifugal dan diagram kecepatan saat masuk dan keluar impeller

Kecepatan aliran masukkan impeller

Kecepatan aliran keluaran impeller akibat dari slip faktor

Perancangan Diffuser


Bagian diffuser radial dengan dinding divergen (kiri) dan Cincin diffuser dengan bilah datar lurus (kanan)

Sudut inlet dan outlet diffuser :

Perancangan Volute Kompresor

Kontributor: Feri Wijanarko (feriwidjarnako@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD dan FEA.

Perancangan Impeller Pompa Sentrifugal

Pompa adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara menambahkan energi pada fluida yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction) dengan bagian keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber penggerak menjadi energi kinetis (kecepatan), dimana tenaga ini berguna untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan yang ada disepanjang pengaliran.

Salah satu jenis pompa adalah pompa sentrifugal yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetik (kecepatan) fluida menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar didalam volute. Impeller tersebut merupakan komponen dari pompa sentrifugal yang berfungsi untuk merubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kinetis pada fluida yang dipompakan secara terus menerus, sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan fluida yang masuk sebelumnya, sehingga impeller tersebut merupakan komponen yang paling penting pada pompa dalam hal pemompaan fluida dari bagian isap menuju bagian tekan.

Perancangan impeller pompa sentrifugal sebagai berikut:


Segitiga kecepatan di (a) inlet dan (b) outlet impeller (Stepanoff, 1957)

Diameter eye/mata pompa (D0)

Q*       : kapasitas desain pompa ditambah persen kebocoran
V0        : kecepatan fluida di mata impeller
DH       : diameter hub

Lebar impeller pada ujung sisi masuk sudu (b1)

Q*       : kapasitas desain pompa ditambah persen kebocoran
D1        : diameter ujung sudu sisi masuk
Vr1       : kecepatan radial pada ujung sisi masuk sudu
ε1         : faktor kontraksi luasan penampang alir fluida pada sisi masuk sudu

Nilai tangen sudut kelengkungan sudu pada sisi masuk (tan β1)

Vr1        : kecepatan radial pada ujung sisi masuk sudu
u1         : kecepatan tangensial impeller pada ujung sisi masuk sudu
n          : kecepatan putaran dalam rpm
D1        : diameter ujung sudu sisi masuk

Diameter ujung sisi keluar sudu impeller (D2)

Φ         : koefisien tinggi tekan yang nilainya diambil dari nomogram
H         : tinggi tekan dinyatakan dalam ft
n          : kecepatan putaran dalam rpm

Lebar laluan ujung keluar sudu (b2)

Q*       : kapasitas desain pompa ditambah persen kebocoran
D2        : diameter ujung sisi keluar sudu impeller
Vr2       : kecepatan radial pada ujung sisi keluar
ε2         : faktor kontraksi luasan penampang alir fluida pada sisi keluar sudu

Jumlah sudu (z) diberikan oleh rumus Pfleiderer

D1        : diameter ujung sisi masuk sudu impeller
D2        : diameter ujung sisi keluar sudu impeller
βm        : rata-rata aritmatik dari sudut kelengkungan sudu di sisi masuk dan keluar βm = (β1 + β2)/2

Faktor kontraksi (ε)

z          : jumlah sudu
t           : tebal sudu
b          : sudut kelengkungan pada lingkar impeller
D         : diameter


Segitiga kecepatan dengan koreksi nilai Vu2 (Stepanoff, 1957)

Kontributor: Feri Wijanarko (feriwidjarnako@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD dan FEA.

Perhitungan Kekuatan Struktur Pipa

Sistem perpipaan adalah suatu sistem yang sering digunakan untuk memindahkan fluida maupun campuran fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dalam dunia industri sistem perpipaan banyak digunakan untuk membantu proses produksi. Pipa – pipa yang digunakan umumnya sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga umur kerjanya mencapai jangka waktu tertentu yang diharapkan mencapai 100.000 jam operasi (API Recommended 530). Semua pipa yang bekerja pada suhu tinggi tentu saja dalam kondisi aman.

Suatu keadaan atau masa kerja yang cukup lama terjadi, dapat menyebabkan perubahan kekuatan – kekuatan mekanis dari sistem perpipaan, yang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan fatal. Diperlukan inspeksi yang optimal agar keadaan tersebut dapat terdeteksi sedini mungkin. Kerusakan – kerusakan yang mungkin terjadi, yaitu: korosi sehingga pipa dapat berlubang, menipis, dan retak.

Pada pipa air yang sedang mengalir dapat menyebabkan bahaya, jika katup turbin secara tiba – tiba ditutup, karena menimbulkan dorongan air yang mengakibatkan bertambahnya tekanan dalam pipa. Demikian pula, jika katup terbuka secara tiba – tiba saat air tidak mengalir/diam, yang dapat menimbulkan kehampaan (vacuum). Kedua peristiwa ini dapat mengakibatkan kerusakan pada pipa, pertama karena bertambahnya tekanan yang terlalu besar dan peristiwa kedua karena memperoleh tekanan udara dari luar.

Bila air dalam pipa mempunyai kecepatan v dan katup turbin secara tiba – tiba ditutup maka timbul gaya (F) sebesar: F=m.a=m ΔV/ΔT=(m(v_2-v_1))/Δt . v2 menjadi nol, sehingga: F=(m-v)/Δt (arah gaya berlawanan dengan arah aliran). Gaya F=(l . A . ρ_v)/∆T (A = luas penampang pipa, ρ = massa jenis, l = panjang kolom air yang terhenti selama waktu Δt).

Tambahan tekanan oleh gaya tersebut adalah: p= F/(A )=(l . ρ . v)/Δt
h tambahan =p/(ρ . g)=(l . v)/( g . Δt)
Jadi, semakin kecil Δt maka semakin besar tambahan tekanan nya. Pada umumnya, kekuatan pipa dapat ditetapkan berdasarkan pipa tipis, yaitu bahwa tegangan tangensial terbagi rata pada tebal pipa. Pipa dinamakan tipis jika (d (diameter))/(δ (tebal pipa))= ≥20.

Perhatikan keseimbangan suatu elemen seluas du . dz
N = p . du . dz dengan p adalah tekanan air. p = H . ρ . g besarnya H adalah tinggi hidrostatis ditambah pengaruh dorongan air. Tegangan σ menimbulkan gaya sebesar σδ dz. Resultan gaya ini adalah 2σδ dz sin1/2 dφ.

Bila p diketahui dan σw sebesar tegangan yang diperbolehkan maka δ = (p .d)/(2σ_w ) (untuk pipa utuh). Saat ini, umumnya menggunakan pipa yang dilas, sehingga δ = (p .d)/(2〖 φ σ〗_w ) dengan φ ditetapkan berdasarkan kekuatan las, yaitu: φ = 0,85 – 0,95. Dengan kemajuan teknik las, cp juga diambil sebesar satu. Bila pipa dibuat dengan memakai paku keling maka φ = (e – ∆)/e (Δ = diameter paku; e = jarak paku). Besarnya tegangan yang diperbolehkan berdasarkan atas kekuatan baja yang hendak dipakai. Ada beberapa macam baja yang terdapat di pasaran:

Umumnya baja konstruksi adalah Fe 360. Sebaik apapun kualitas suatu pipa baja, pasti akan timbul korosi (karat). Oleh karena itu, pada tebal yang diperhitungkan selalu ditambahkan tebal untuk karat. Tambahan tebal untuk karat sebesar 1 – 3 mm, sehingga: δ = (p . d)/2σ + (1 – 3) mm. Tambahan tebal untuk karat akan menambah kekakuan pipa. Dengan demikian, perhitungan angkutan dan montase atau pemasangan diambil berdasarkan tebal minimum. Tebal minimum untuk pipa adalah:
sampai dengan diameter hingga 0,80 m 5 mm
sampai dengan diameter hingga 1,50 m 6 mm
sampai dengan diameter hingga 2,00 m 7 mm
Pada pipa dengan diameter yang lebih besar diberi penguatan, agar pipa pada pengangkutan dan pemasangan tetap kaku. Perlu diperhatikan juga bahwa pipa tipis berdiameter besar berisi sebagian dengan air dapat menyebabkan bahaya saat pipa sedang diisi atau dikosongkan.

Meskipun perhitungan secara manual seperti di atas dapat dilakukan, namun seringkali desain dari pipa dan komponen-komponen seperti flange, valve, dan lain sebagainya saling berinteraksi mengakibatkan tegangan sekunder, dan hal ini membuat perhitungan analitis tidak mungkin untuk dilakukan. Salah satu metode yang paling umum adalah menggunakan Finite Element Method (FEM), yaitu menggunakan metode numerik yang diselesaikan dengan bantuan komputer. Untuk mempelajari selangkapnya tentang FEM >>Klik di sini!

Kami juga menyediakan solusi yaitu training dengan topik-topik seputar pipa dengan trainer yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya untuk meningkatkan skill dan kompetensi anda sebagai seorang engineer profesional. Berikut adalah beberapa topik training terkait topik pipa:

>> TRAINING PIPING AND PIPELINE TECHNOLOGY

>> FLUID FLOW CHARACTERISTIC AND PIPING

Kontributor: Feri Wijarnako (feriwijarnako@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan layanan dibawah CV. Markom dengan solusi terutama CFD/FEA.

Teori Pembakaran

Pembakaran merupakan proses atau reaksi oksidasi yang terjadi antara bahan bakar (fuel) dan oksidator sehingga menimbulkan panas atau dapat juga disertai nyala. Bahan bakar adalah senyawa yang dapat melepaskan panas ketika dioksidasi. Bahan bakar secara umum dapat mengandung berbagai unsur seperti karbon (C), hidrogen, nitrogen (N), sulfur (S) dan lain-lain. Bahan bakar dapat diklasifikasikan menurut bentuknya yaitu dapat berupa yaitu bahan bakar bentuk padat, cair dan gas. Bahan bakar padat banyak dipakai di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah batubara. Bahan bakar cair antara lain kerosin, solar, gasolin dan lainnya. Sedangkan bahan gas antara lain seperti metana, etana, propana, butana dan lainnya. Oksidasi membutuhkan oksigen agar proses pembakaran dapat berlangsung, dapat menggunakan oksigen murni atau juga dapat digunakan udara sekitar sebagai oksidator. Proses pembakaran juga memerlukan sumber nyala atau panas yang cukup untuk terjadi pembakaran. Faktor yang menyebabkan pembakaran disebut dengan segitiga api terdiri dari bahan bakar (fuel), oksigen dan panas.

Segitiga Api. Sumber : firefightergarage.com

Proses pembakaran terjadi fenomena antara lain interaksi kimia dan fisika, pelepasan panas dari energi ikatan kimia, proses perpindahan panas dan massa, dan pergerakan fluida hasil reaksi pembakaran. Seperti yang telah dijelaskan bahwa proses pembakaran terjadi karena unsur bahan bahar (fuel) teroksidasi. Proses pembakaran ini akan menghasilkan panas sehingga disebut dengan reaksi eksotermik. Jika oksigen yang digunakan dalam pembakaran berasal dari udara, dimana udara teridi dari 21% oksigen, 78% nitrogen dan sisanya gas lain, maka reaksi pembakaran stokiometri hidrokarbon CmHn dapat dituliskan :

Persamaan diatas telah disederhanakan karena cukup sulit untuk memastika proses pembakaran sempurna dengan rasio yang tepat dari udara. Jika pembakaran tidak sempurna, maka persamaan diatas tidak berlaku akan tetapi terbentuk hasil pembakaran tidak sempurna antara lain CO, CO2, H2O, hirokarbon tak jenuh, formaldehida sampai karbon.

Dalam proses pembakaran perbandingan campuran bahan bakar dan udara memegang peranan penting dalam menentukan hasil pembakaran. Berberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung rasio campuran antara bahan bakar dan udara antara lain AFR (Air-fuel Ratio), FAR (Fuel-air Ratio), dan Rasio Ekivalen (ϕ). Air-fuel Ratio (AFR) merupakan metode yang paling sering digunakan dalam mendefinisikan perbandingan antara campuran udara dengan bahan bakar. Fuel-air Ratio (FAR) merupakan kebalikan dari AFR yaitu metode yang digunakan untuk mendefinisikan perbandingan antara campuran bahan bakar dengan udara. Rasio ekvalen ( ) merupakan metode yang digunakan untuk mendefinisikan perbandingan antara rasio udara-bahan bakar (AFR) stokiometrik dengan rasio udara-bahan bakar (AFR) aktual atau juga dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara rasio bahan bakar-udara (FAR) aktual dengan rasio bahan bakar-udara (FAR) stokiometrik.

  • Φ > 1 disebut dengan campuran kaya bahan bakar (fuel-rich mixture) yaitu terdapat kelebihan bahan bakar dalam campuran tersebut
  • Φ = 1 merupakan campuran stokiometrik (pembakaran sempurna)
  • Φ < 1 disebut dengan campuran miskin bahan bakar (fuel-lean mixture) yaitu terdapat udara berlebih dalam campuran tersebut

Biasanya dalam proses pembakaran, untuk memastikan terjadi pembakaran secara sempurna maka diberikan sedikit udara berlebih atau rasio ekivalen ( ) sedikit lebih besar dari 1. Hal tersebut bertujuan untuk mereaksikan habis bahan bakar. Namun jika udara berlebih ini terlalu banyak akan mengurangi kualitas energi yang dihasilkan pembakaran karena energi panas dapat terserap oleh udara lebih tersebut. Begitu juga jika terdapat bahan bakar berlebih terlalu banyak akan mengurangi kualitas energi dari pembakaran karena pembakaran terjadi tidak sempurna dan energi panas dapat diserap oleh bahan bakar yang tidak terbakar.

            Pembakaran terjadi dalam combustion chamber, contohnya antara lain adalah silinder piston pada engine motor bakar. Pada motor bakar terdapat dua cara penyalaan proses pembakaan bahan bakar yaitu ignition dari percikan busi pada motor bensin sehinga terjadi pembakarandan compression pada motor diesel terjadi pembakaran karena temperatur tinggi akibat kenaikan tekanan silinder akibat kompresi.

Gasoline engine and diesel engine. Sumber: arstechnica.com

Kontributor: Feri Wijarnako (Feri Widjarnako@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan jasa layanan dibawah CV. Markom dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.