Pentingnya otomasi dalam industri manufaktur

Mengapa otomasi penting untuk industri manufaktur? Kemajuan teknologi telah mengubah karekteristik dari industri manufaktur. Perkembangan di bidang-bidang seperti robotika, teknologi visualisasi dan otomatisasi kolaboratif telah meningkatkan perkembangan industri manufaktur, memungkinkan Otomasi diterapkan tidak hanya dalam proses produksi massal tetapi juga dalam lingkungan produksi High-Mix / Volume Rendah.

Berikut adalah keuntungan berinvestasi dalam mesin otomasi industri:

1. PRODUKTIVITAS

mempercepat waktu produksi, dikarenakan tidak ada proses “berfikir” yang dilakukan oleh mesin

2. AKURASI

Tenaga kerja manusia memiliki tingkat error yang tinggi, sedangkan permesinan tidak rentan membuat kesalahan

3. SAFETY

Setiap tahun, dalam industri manufaktur kehilangan nyawa tenaga kerja yang sangat berharga karena kecelakan kerja yang diakibatkan karena kelalaian dalam bekerja, yang mana tidak akan terjadi pada mesin otomasi

4. MENGHEMAT BIAYA TOTAL

5. MENINGKATKAN KUALITAS

Proses manufaktur dapat dilakukan dengan lebih cepat, sehingga banyak waktu dapat dialokasikan untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih kompleks untuk meningkatkan kualitas

6. REPEATIBILITY

Pekerjaan yang berulang-ulang akan sangat membosankan jika dilakukan oleh manusia, hal ini juga dapat menimbulkan kelelahan dalam bekerja

Otomasi industri merupakan kunci utama dalam mengikuti perkembangan teknologi menjadi industri 4.0

Berinvestasi dalam peralatan otomatisasi seperti desain dan pembuatan mesin-mesinya selalu merupakan proses yang memakan banyak tenaga, waktu dan pikiran. Markom Fabrikasi siap hadir menjadi solusi untuk bisnis anda. kami memahami permasalahan anda dan akan melihat proyek otomasi manufaktur Anda melalui sudut pandang efisiensi, keselamatan, lingkungan, bukti di masa depan, kemudahan penggunaan, kemudahan maintenance, keandalan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang proyek Anda.

Untuk mempelajari selengkapnya tentang digital prototyping dan industri 4.0, klik di sini

By Caesar Wiratama

aeroengineering services merupakan jasa layanan dibawah CV. Markom dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Konfigurasi Mesin Perahu

Perbedaan jenis dan fungsi perahu mensyaratkan konfigurasi pemasangan mesin yang berbeda-beda pula yang tentunya akan menyesuaikan dari model hull yang digunakan oleh perahu. Adapun berikut akan dijelaskan tiga konfigurasi dasar pemasangan mesin perahu, yaitu mesin outboard, inboard serta stern drive.

  1. Outboard Engine, atau dikenal dengan istilah mesin tempel

Seperti namanya, mesin ini terletak diluar (outboard) atau ditempelkan (mesin tempel) yaitu dipasang pada bagian transom kapal yaitu bagian belakang hull. Mesin jenis ini digunakan untuk mendorong perahu sekaligus untuk membelokkanya. Untuk membelokkan perahu dengan mesin outboard, seluruh mesin juga harus dibelokkan. Untuk perahu yang kecil, pada umumnya terdapat setang untuk membelokkan mesin ini, namun untuk perahu yang relatif besar, setang tersebut dihubungkan dengan tuas kemudi.

2. Mesin Inboard atau tanam

Mesin inboard terletak dibagian dalam hull. Mesin ini pada umumnya adalah mesin empat tak yang telah dimodifikasi untuk digunakan pada air. Mesin inboard dihubungkan dengan drive shaft (poros) yang terhubung dengan propeller di bagian belakang hull untuk mendorong kapal.

Berbeda dengan mesin outboard, mesin inboard tidak perlu dibelokkan seluruhnya untuk mengemudikan perahu, alih-alih menggunakan rudder atau sirip yang terletak di belakang propeller untuk mengontrol arah arus air yang mana berfungsi untuk membelokkan perahu.

3. Stern Drive Engine atau inboard-outboard engine

Mesin jenis stern drive ini merupakan gabungan dari konfigurasi inboard dan outboard. Seperti mesin  inboard, mesin jenis ini menggunakan mesin empat tak yang dimodifikasi untuk digunakan pada air yang ditanamkan didalam hull. Adapun untuk mekanisme beloknya, mesin ini menyerupai mesin outboard, yaitu membelokkan poros dan propeller untuk mengemudikan belokan perahu.

Kami memproduksi perahu penumpang maupun perahu RC fiberglass sesuai kebutuhan anda. Klik teks untuk masuk ke page kami.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah PT Markom Teknologi Engineering dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Tipe-Tipe Model Hull

Bagian-bagian perahu

Sebelum masuk ke dunia desain perahu atau pun penggunaanya, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu bagian-bagian dari perahu itu sendiri. Ada beberapa terminologi baru yang mungkin terdengar asing dalam kehidupan sehari-hari kita bagi yang belum terbiasa dengan perahu. Setiap bagian perahu memiliki penamaan yang unik tidak hanya sekedar depan, belakang, samping kanan, samping kiri dan sebagainya.

Berikut dijabarkan bagian-bagian perahu berdasarkan orientasi nya:

Bow: Merupakan bagian depan dari perahu

Stern: Merupakan bagian belakang dari perahu

Port: Bagian kiri dari perahu dilihat dari penumpang yang menghadap bow

Starboard: Bagian kanan dari perahu dilihat dari penumpang yang menghadap bow

Adapun berdasarkan fungsinya, bagian-bagian perahu dapat dijabarkan sebagai berikut:

Hull: Merupakan bodi atau bagian lambung dari perahu yang berfungsi memberikan gaya apung dan merupakan bagian dasar dari perahu

Gunwales: Merupakan bagian atas dari hull yang berfungsi memberikan kekakuan ekstra untuk hull ataupun pemasangan fitur-fitur perahu

Transom: Merupakan bagian penampang melintang dari stern dimana mesin tempel dipasang

Cleats: Adalah fitting besi yang terpasang pada bagian gunwales untuk mengencangkan tali atau kabel pada saat docking atau bersandar di pelabuhan

Lampu Navigasi: Pada umumnya berwarna merah dan hijau ataupun putih, tergantung dari kebutuhan masing-masing perahu

Terminologi-terminologi diatas cukup penting untuk dipahami agar tidak terjadi kebingungan saat melakukan desain maupun operasional perahu di lapangan, baik untuk pemahaman teknis manual maupun navigasi.

Kami memproduksi perahu penumpang maupun perahu RC fiberglass sesuai kebutuhan anda. Klik teks untuk masuk ke page kami.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah PT Markom Teknologi Engineering dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Bahan Komposit Kevlar (Aramid)

Material komposit merupakan material yang terdiri dari dua komponen, yaitu penguat (reinforcement) serta pengikat (matrix). Material penguat secara umum terdiri dari serat-serat dengan diameter yang sangat kecil dan panjang yang mana memiliki kekuatan yang sangat kuat bahkan melebihi baja. Namun, perbandingan panjangnya terhadap diameter membuatnya tidak mampu menahan beban tekan (analogi dengan tali atau lidi), oleh karena itu diperlukan pengikat untuk menahan beban tekan serta menyatukan kekuatan fiber-fiber tersebut (analogi dengan lidi yang ditarik secara tunggal akan mudah patah dibandingkan lidi yang ditarik saat mengumpul).

Pada umumnya, material yang digunakan sebagai penguat pada bahan komposit adalah karbon fiber, kevlar serta fiberglass. Pada artikel ini akan dibahas terkait material kevlar.

Kevlar sebenarnya adalah nama dagang dari bahan aramid, atau merek terkenal lainya Nomex dan Technora yang dikembangkan oleh DuPont pada tahun 1965. Bahan ini sering diaplikasikan pada roda sepeda, perahu balap hingga yang cukup terkenal digunakan sebagai rompi anti peluru karena kemampuanya menahan benturan yang tinggi.

Bahan ini memiliki kekuatan lima kali lebih kuat dari pada baja dengan berat yang sama. Meskipun kekuatan tariknya sangat tinggi, kevlar memiliki kekuatan tekan yang lemah. Kevlar akan hancur menjadi potongan-potongan kecil yang dikenal sebagai fibril ketika patah. Karakteristik unik inilah yang mengakibatkan kevlar memiliki kemampuan menyerap energi yang besar saat gagal atau patah, sehingga tidak jarang digunakan pada aplikasi penahan beban kejut atau benturan.

kevlar fiber

Pada aplikasi militer, kevlar sering kali digunakan untuk helm, pelindung wajah serta rompi anti peluru serta pelindung kendaraan perang agar tidak dapat ditembus oleh peluru. Selain militer, bahan ini juga sering digunakan pada dunia olah raga sebagai pelindung tubuh hingga tangki bahan bakar mobil balap serta kayak berukuran kecil.

Contoh mobil dengan pelindung anti peluru berbahan kevlar

bullet-proof car kevlar

Contoh tanki bahan bakar mobil F1 berbahan kevlar

F1 fuel tank

Material ini tidak jarang juga dikombinasikan dengan material lain seperti karbon fiber untuk mendapatkan kombinasi sifat yang menguntungkan. Kekakuan dan kekuatan yang tinggi dari karbon fiber serta kemampuan menahan benturan yang baik dari kevlar.

carbon kevlar

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah PT Markom Teknologi Engineering dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Penggunaan Material Fiberglass

Perkembangan teknologi yang begitu cepat turut mendorong kebutuhan akan produk yang lebih kompetitif dari segi desain dan aplikasinya. Kebutuhan aplikasi produk yang lebih kompetitif tentu saja menciptakan kebutuhan material yang lebih “canggih” pula, sehingga produk yang dihasilkan lebih kuat, tahan lama namun tetap ringan dan ekonomis.

Setelah sekian lama industri teknik banyak “bermain” dengan material logam seperti besi, baja dan sejenisnya kemudian berkembang menggunakan material plastik, kini telah berkembang material baru yang penggunaanya lebih menguntungkan yaitu material komposit. Material komposit adalah kombinasi dari dua bahan utama, yaitu fiber atau penguat serta resin atau pengikat (untuk penjelasan material komposit secara umum klik disini).

  1. Fiber. Berbentuk jahitan, lembaran atau bulu-bulu yang bisa dengan mudah dipotong dan bersifat seperti kain. Material ini terbentuk dari serat-serat atau fiber yang sangat tipis, meskipun masing-masing fiber sangat kuat, namun wujudnya yang berupa serat-serat tipis membuatnya tidak dapat menahan beban dengan baik.

CSM

2. Resin. Merupakan bahan yang cair mirip seperti lem yang kental. Jika resin dicampur dengan katalis atau pemercepat reaksi, maka resin dapat mengering menjadi material yang padat, sangat keras namun getas (mudah retak seperti kaca).

resin

Kombinasi antara bahan serat fiber yang sangat kuat dengan resin sebagai pengikatnya menghasilkan material dengan sifat gabungan antara fiber dan resin yaitu sangat kuat, keras, namun tetap ulet (tidak getas seperti resin). Sifat resin yang tahan terhadap air dan bahan kimia membuat material komposit sangat cocok digunakan pada aplikasi yang korosif ataupun basah.

Karena serat fiber memiliki arah-arah serat yang dapat diatur dengan mudah, material komposit ini menjadi efektif dalam penggunaan kekuatanya. Analoginya adalah seperti bahan triplek atau plywood, bahan ini mudah ditekuk pada arah serat tertentu dan sulit ditekuk pada arah serat lainya.

fiberglass

Efektifitas penggunaan kekuatan ini mengakibatkan material komposit lebih ringan dibandingkan bahan lainya untuk volume yang sama, bahkan lebih kuat dari baja! Bahkan material ini tidak jarang digunakan bahkan untuk turbin angin atau pesawat terbang.

Material komposit yang paling umum digunakan untuk aplikasi sehari-hari adalah fiberglass ( untuk penjelasan detail terkait fiberglass klik disini). Fiberglass adalah salah satu material komposit yang serat fibernya berbahan serat kaca. Material fiberglass banyak digunakan karena sifatnya yang kuat, ringan, tangguh, tahan karat dan air serta relatif paling ekonomis. Aplikasi dari material fiberglass hampir sama dengan plastik, namun material fiberglass dapat dibuat dengan proses yang relatif lebih mudah dan praktis bahkan untuk ukuran-ukuran yang sangat besar. Material fiberglass juga jauh lebih ulet dibandingkan dengan plastik. (untuk perbandingan fiberglass dan plastik klik disini)

Berikut adalah contoh penggunaan material fiberglass yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari:

  • Tempat sampah fiberglass

tong sampah fiberglass pilah logo sesuai pesanan

  • Kursi tunggu fiberglass

Supplier-Kursi-Tunggu-Fiber-Jakarta

  • Bak air fiberglass

Bak-Fiber

  • Wahana permainan fiberglass

perosotan fiber

  • Atap gelombang fiberglass

atap gelombang fiberglass

  • Wahana air fiberglass

waterboom fiberglass

  • Septic Tank Fiberglass

septic tank fiberglass

  • Perahu Fiberglass

perahu fiberglass

  • Storage tank fiberglass

storage tank fiberglass

  • Tanki air fiberglass

tanki air fiberglass

  • Turbin angin fiberglass

turbin angin fiberglass

  • Pesawat terbang ringan (kombinasi dengan serat karbon)

glider fiberglass

Dan masih banyak sekali untuk disebutkan satu persatu. Dapat diperhatikan bahwa penggunaan material ini dimulai dari produk-produk sederhana seperti tempat sampah dan kursi, produk dengan lingkungan yang ekstrim seperti septic tank dan storage tank hingga produk dengan kebutuhan performa yang tinggi seperti perahu, turbin angin dan pesawat terbang.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah PT Markom Teknologi Engineering dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

kategori misil

Material Fiberglass (Serat kaca)

Terowongan Angin (Wind Tunnel)

Material Pada Pesawat Terbang