kepala silinder (cylinder head)

Sepeda motor merupakan kendaraan roda dua dengan komponen-komponen mesin yang sederhana namun tersusun sangat kompleks artinya komponen- komponen mesin sepeda motor berdimensi sederhana namun memiliki fungsi dan kinerja yang extraordinary atau luar biasa.

Kepala silinder adalah salah satu komponen utama mesin sepeda motor. Komponen ini sangat penting karena pada komponen inilah terdapat ruang pembakaran.

Ruang pembakaran merupakan tempat pembakaran campuran bahan bakar dan udara dengan perbandingan rasio kompresi tertentu sehingga menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan dari pembakaran ini digunakan untuk menggerakkan kerja mesin.

Kepala silinder juga berfungsi sebagai tempat pemasangan busi, tempat kelengkapan mekanisme katup, tempat saluran pemasukan dan pembuangan, dan tempat sistem pendingin (mantel pendingin/ water jacket).

Busi (Spark Plug) berfungsi memercikan bunga api pada campuran bahan bakar dan udara sehingga terjadinya proses pembakaran.

Mekanisme katup merupakan tempat membuka dan menutupnya katup masuk dan katup buang. Campuran bahan bakar dan udara masuk melalui katup masuk dan selanjutnya gas sisa-sisa pembakaran akan dikeluarkan melalui katup buang.

Tempat saluran pemasukan dan pembuangan berfungsi sebagai filter untuk membersihkan udara yang masuk dan kemudian bercampur dengan bahan bakar dan juga meredam suara gas sisa-sisa pembakaran yang keluar melalui katup buang.

Tempat pemasukan dan pembuangan ini tersusun atas komponen-komponen utama yang terdiri dari saringan, katup masuk (intake manifold), katup buang dan knalpot.

Mantel pendingin atau water jacket merupakan sistem pendingin yang menggunakan cairan yang berfungsi untuk mendinginkan kembali komponen engine akibat temperatur dan tekanan yang tinggi. Cairan ini bersirkulasi melalui saluran-saluran yang terhubung kepada komponen-komponen mesin.

Selain itu kepala silinder ini dibuat dengan material yang mampu menahan temperatur dan tekanan yang tinggi pada saat engine sedang bekerja. Dan material tersebut juga harus mampu melakukan proses pendinginan sehingga siklus dan proses kerja engine dapat mencapai kinerja yang optimum.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

Valve (Klep/katup) mesin otomotif

Valve atau biasa disebut klep atau katup merupakan komponen yang dipasang pada kepala silinder. Komponen ini memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam proses pembakaran engine sepeda motor.

Klep ini terdiri dari dua yang terpasang pada kepala silinder yaitu katup hisap dan katup buang. Kedua katup ini bekerja pada langkah kerja engine atau pada langkah kerja piston.

Kedua katup atau klep ini akan membuka dan menutup sesuai langkah kerja piston. Klep ini biasanya digunakan motor 4 tak sedangkan pada motor 2 tak tidak menggunakan klep.

Langkah kerja piston terdiri dari langkah hisap, pada langkah ini udara dan bahan bakar dihisap masuk ke ruang bakar, klep atau katup hisap atau biasa disebut juga katup masuk pada langkah hisap ini akan terbuka sehingga semburan campuran bahan bakar dan udara dapat masuk ke ruang bakar melalui katup masuk/hisap.

Langkah kerja piston kedua adalah langkah kompresi, pada langkah ini piston memberikan kompresi pada campuran bahan bakar dan udara. Pada proses ini kedua katup akan tertutup sehingga tidak terjadi kebocoran gas dari ruang pembakaran atau silinder.

Langkah ketiga merupakan langkah usaha, pada langkah ini terjadi proses pembakaran sehingga temperatur dan tekanan pada proses ini sangat tinggi. Kedua katup pada proses ini juga tertutup.

Dan langkah terakhir adalah langkah buang, pada proses ini gas-gas sisa pembakaran yang tidak dibutuhkan akan dibuang melalui katup buang yang nantinya akan dibuang melalui knalpot. Pada proses ini katup hisap tertutup dan katup buang terbuka.

Maka dapat disimpulkan bahwa katup/valve/klep berfungsi untuk mengatur masuknya gas baru berupa semburan bahan bakar dan udara dan mengatur keluarnya gas sisa pembakaran.

Semburan bahan bakar dan udara diatur dan diproses melalu karburator dengan rasio tertentu. Karburator mengatur jumlah atau kadar gas yang masuk ke ruang bakar sehingga gas yang masuk ke ruang bakar tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit.

Pada umumnya, perawatan pada katup ini dilakukan dengan cara dibersihkan dari kerak atau kotoran yang menempel pada klep. Pada beberapa kasus kerusakan yang parah maka klep ini harus diganti dengan yang baru.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

Sumber gambar:
https://www.autoexpose.org/2019/01/fungsi-katup.html?m=1 (Diakses pada 18 September 2020)

Cincin Torak ( Ring Piston)

Blok Silinder (Cylinder Block)

Setiap komponen-komponen mesin sepeda motor memiliki fungsi dan kinerja yang sangat penting. Sama halnya dengan kepala silinder, komponen ini juga merupakan komponen utama yang sangat penting.

Blok silinder merupakan komponen yang terpasang pada kepala silinder sebagai penutupnya. Blok silinder ini bersifat statis, artinya komponen blok silinder ini tidak bergerak dan berfungsi sebagai tempat atau ruang bergeraknya torak atau piston.

Piston bekerja dan bergerak secara translasi dalam blok silinder dari titik mati atas atau bagian atas blok silinder dan menuju titik mati bawah yaitu bagian bawah blok silinder dengan tahapan siklus langkah kerja masing-masing.

Konstruksi blok silinder atau blok mesin terdiri dari lubang atau ruang yang merupakan tempat piston bekerja. Blok silinder juga tersusun atas lubang-lubang

kecil dan sirip-sirip pada kedua sisi dindingnya yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya cairan coolant untuk memperoleh sistem pendinginan yang merata.

Sama halnya dengan kepala silinder, blok silinder juga terbuat dari material yang tahan temperatur dan tekanan tinggi, tahan aus dan mampu melakukan proses pendinginan kembali melalui sistem pendingin.

Sistem engine motor terdiri dari 4 tak dan 2 tak. Pada motor 2 tak blok silinder terdiri atas lubang-lubang pada bagian dalam dinding silinder. Sedangkan pada motor 4 tak tidak terdapat lubang-lubang apapun dibagikan dalam silindernya.

Beberapa kerusakan yang sering didiagnosis pada blok silinder diantaranya adalah kebocoran sambungan pada rumah transmisi dengan blok silinder, kebocoran sambungan paking blok silinder dengan kepala silinder, keretakan blok silinder dan keausan silinder.

Selain beberapa diagnosa kerusakan diatas, kerusakan yang sering terjadi pada blok silinder adalah blok silinder yang aus, tergores dinding-dinding silindernya dan lubang-lubang silinder membesar sehingga hal tersebut dapat menimbulkan pula efek kerusakan pada piston yang bekerja dengan temperatur dan tekanan yang tinggi.

Blok silinder berfungsi sebagai dudukan kepala silinder, dimana kepala silinder dihubungkan dengan blok silinder dengan baut-baut sebagai penutup blok silinder, blok silinder juga berfungsi sebagai dudukan silinder, dimana silinder ini merupakan ruang atau tempat piston atau saher bekerja yang disebut juga sebagai ruang pembakaran.

Komponen-komponen yang berada pada blok silinder diantaranya torak atau piston, batang piston, pin piston dan ring piston.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

Sumber gambar: https://www.autoexpose.org/2018/08/blok-silinder.html?m=1 (Diakses pada 9 Agustus 2020)

Batang Pendorong (PUSH ROD) Pada Komponen Mesin Sepeda Motor

Push rod atau biasa disebut batang pendorong merupakan komponen mesin sepeda motor yang berfungsi untuk meneruskan gerakan valve lifter yang dipindahkan ke rocker arm atau tuas katup.

Valve lifter atau biasa disebut pengangkat katup merupakan sebuah komponen yang menghubungkan gerakan putar pada camshaft kemudian diteruskan kepada rocker arm.

Rocker arm atau biasa disebut pelatuk klep adalah sebuah komponen yang berfungsi untuk menggerakkan dan mengatur buka tutupnya klep. Rocker arm terhubung dengan camshaft dan valve atau pengatur naik turunnya gerakan buka tutupnya klep.

Klep adalah sebuah komponen sepeda motor yang sangat penting dalam siklus kerja mesin sepeda motor. Klep ini terpasang pada kepala silinder yang berfungsi untuk mengatur masuknya campuran udara dan bahan bakar dan mengatur keluarnya gas-gas sisa pembakaran.

Pada sepeda motor dengan sistem 4 tak menggunakan komponen klep ini, sedangkan pada sepeda motor 2 tak tidak menggunakan komponen klep.

Mekanisme kerja dari batang pendorong atau batang penekan ini adalah meneruskan gerakan dari camshaft berupa gerakan putar yang diteruskan menjadi gerakan translasi yaitu berupa gerakan naik turunnya batang pendorong atau batang penekan.

Kemudian batang pendorong atau batang penekan ini meneruskan gerakan camshaft kepada rocker arm untuk menggerakkan sistem buka tutup katup atau klep.

Pada dasarnya komponen-komponen mesin sepeda motor ini saling terhubung untuk menggerakkan satu sama lain antara satu komponen yang satu dengan komponen yang yang lain.

Pada intinya semua komponen-komponen mesin sepeda motor harus bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil yang optimum dengan tujuan utama adalah untuk menggerakkan sepeda motor.

Komponen batang pendorong atau batang penekan ini dibuat dengan material yang memiliki sifat-sifat material yang mampu bekerja dan bertahan pada kondisi dan temperatur mesin sepeda motor. Proses fabrikasi dan proses manufaktur dilakukan sesuai dengan standar produksi dengan proses yang presisi dan proses uji kelayakan yang sesuai standar uji.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

Sumber gambar: https://www.google.com/amp/s/alphaa83.wordpress.com/2018/12/25/kelebihan- dan-kekurangan-mesin-ohv-sohc-dohc/amp/ ( Diakses pada 16 September 2020)

Bak Engkol Mesin Sepeda Motor (Crankcase)

mesin pengering tepung (ROTARY DRYER)

Secara tradisional proses pengeringan tepung dilakukan dengan memanfaatkan energi panas dari energi matahari. Proses ini membutuhkan waktu selama beberapa hari. Tanpa pengeringan yang tepat, tepung akan mengalami pembusukan bakteri akibat kadar air yang masih tersisa.

Ada beberapa spesifikasi dan jenis mesin pengering yang digunakan salah satunya mesin rotary dryer.

Rotary dryer adalah alat pengering yang berfungsi mengurangi kadar dari bahan padat berupa serbuk dan tepung.

https://tokomesinmakassar .co.id

Alat ini dirancang berbentuk silinder yang dipasang pada penyangga dengan sudut dan kemiringan tertentu.

Rotary dryer berputar dengan kecepatan tertentu dalam rpm yang berfungsi untuk mensirkulasikan panas secara seragam pada serbuk dan tepung.

Ilustrasi rotary dryer

Silinder berputar pada kemiringan tertentu, serbuk dan tepung bergerak dengan sendirinya menuju bagian output sehingga otomatis tanpa harus menggunakan tenaga manual.

Komponen-komponen utama mesin rotary dryer adalah motor penggerak, blower, pemanas (heater), silinder rotary dryer, penyangga dan alat transmisi.

Udara panas dengan temperatur dan mass flow rate tertentu yang dihasilkan melalui proses gasifier atau heater (alat pemanas), disirkulasikan secara seragam menggunakan blower.

Motor penggerak berfungsi memberikan gaya gerak pada alat transimisi sehingga poros pemutar silinder dapat berputar dengan kecepatan tertentu sesuai spesifikasi mesin.

Output yang dihasilkan berupa bahan atau serbuk tepung yang kering dan uap udara basah dari proses perpindahan panas secara konveksi antara panas dan kadar air pada bahan makanan yang dikeringkan.

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Kontributor: Rizki Maulizar

Email: rizkimaulizar23@gmail.com

Sumber: https://tokomesinmakassar.co.id/blog/pemanfaatan-mesin-pengering-tepung- untuk-mempermudah-proses-pengeringan-tepung/ (Diakses pada 11 Juli 2020)

tray dryer (alat pengering)

Tray dryer merupakan alat pengering buatan yang digunakan untuk mengeringkan beberapa jenis buah-buahan dan makanan.

Proses pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam buah-buahan dan makanan sehingga menghambat proses pembusukan.

Tray dryer tersusun atas rak-rak bertingkat yang bersirkulasi panas dan udara melalui blower. Udara panas yang masuk dihembuskan secara zig-zag dan seragam ke segala arah menggunakan blower.

Energi panas berasal dari panas pembakaran yang dilakukan secara manual atau menggunakan energi listrik yang dikonversikan menjadi energi panas.

Komponen-komponen tray dryer terdiri ventilasi masuknya udara, rak bertingkat yang berlubang-lubang dengan ukuran yang disesuaikan dengan bentuk buah dan makanan yang dikeringkan, corong dan ventilasi keluarnya udara basah.

Ilustrasi mesin pengering

Kandungan air pada makanan atau buah bersirkulasi dengan udara panas dikonversikan menjadi uap air atau udara basah dan bergerak keluar melalui corong atau ventilasi keluarnya udara basah.

Aliran udara masuk dengan mass flow rate dalam kg/s dan kecepatan udara yang mengalir melalui dinding-dinding dan sekat-sekat yang berfungsi untuk menyeragamkan panas, agar setiap bagian makanan dan buah-buahan terdistribusi panas dengan merata.

Panas yang bersirkulasi dengan udara diatur dengan temperatur tertentu dalam °C yang sesuai dengan kadar air dan tingkat pengeringan yang dibutuhkan.

Alat pengering (tray dryer) dirancang dengan struktur dan rangka yang efisien, sederhana dan minimalis dilapisi dengan material atau plat yang tahan dengan temperatur tinggi dan tidak mengandung zat yang dapat terkontaminasi dengan buah atau makanan yang dikeringkan.

Perhitungan efisiensi dan energi termal yang dihasilkan, dilakukan pengujian yang tepat untuk mengetahui keberhasilan dari udara panas dengan bahan yang dikeringkan dengan hasil yang optimal.

Dalam merancang peralatan-peralatan proses seperti dryer ini, metode yang paling sering digunakan adalah menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD), seperti misalkan software Cradle CFD dari Hexagon. Simak selengkapnya pada video di bawah ini:

Untuk artikel-artikel lainya terkait mesin pengolahan pangan dan pertanian, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Kontributor: Rizki Maulizar

Email: rizkimaulizar23@gmail.com

Sumber Gambar: https://autogarment.com/air-tray-dryer-unit/amp/ (Diakses pada 11 Juli 2020)

mesin spinner (ALAt peniris minyak)

Pada industri pengolahan makanan seperti aneka jenis kerupuk, aneka kacang goreng dan aneka makanan yang dikemas lainnya, keawetan dan daya tahan produk makanan tersebut tentu harus sangat diperhatikan dengan baik.

Salah satu penyebab aneka makanan tidak tahan lama dan cepat kadaluarsa adalah kadar minyak masih yang terkandung pada aneka makanan tersebut.

Penirisan minyak yang dilakukan secara manual tentu tidak efektif untuk produksi aneka makanan dalam jumlah besar pada skala industri.

Untuk itu diperlukan suatu alat atau mesin yang dapat meniriskan dan mengurangi kadar minyak yang masih terkandung pada aneka makanan tersebut. Mesin yang digunakan adalah mesin spinner.

ilustrasi mesin peniris minyak

Cara kerja mesin spinner

Komponen-komponen mesin spinner terdiri dari motor penggerak, poros pemutar, alat transmisi V-belt, keranjang yang didesain berlubang untuk meniriskan minyak dan tabung bagian luar sebagai penampung minyak.

Energi mekanik yang dihasilkan motor penggerak (motor listrik) ditransmisikan melalui V-belt (sabuk-V) memutar poros dan keranjang yang berlubang dengan kecepatan tinggi dalam rpm.

Makanan (objek yang dikeringkan) berada dalam keranjang berlubang yang berputar dengan kecepatan tinggi untuk meniriskan dan mengurangi kandungan minyak sehingga tidak ada atau hanya sedikit minyak yang masih tersisa pada makanan tersebut.

Lubang-lubang pada keranjang didesain sedemikian rupa dengan ukuran yang telah disesuaikan dengan tujuan untuk membuang dan meniriskan minyak. Sedangkan tabung pada bagian luar berfungsi menampung sisa-sisa minyak dari makanan.

Proses perancangan dan pembuatan mesin spinner

Keranjang dan tabung bagian luar spinner dirancang dengan menggunakan material yang ringan dan fleksibel, aman terhadap makanan serta tahan pada putaran yang tinggi.

Komponen-komponen dirancang, dibuat dan dirakit sesuai spesifikasi dan dimensi mesin serta diuji sesuai standar pengujian yang tepat.

Untuk artikel-artikel lainya terkait mesin pengolahan pangan dan pertanian, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Kontributor: Rizki Maulizar

Email: rizkimaulizar23@gmail.com

Sumber Gambar: https://www.google.com/amp/s/wirapax.com/mesin-spinner-jagonya-pengering- makanan-berminyak/amp/ (Diakses pada 11 Juli 2020)

mesin pengupas kulit pinang

Pinang atau areca catechu adalah salah satu tanaman dengan komoditas ekonomi yang tinggi sehingga telah banyak dibudidayakan dan didistribusikan dalam bentuk biji yang telah dikeringkan untuk kemudian diolah dan diproduksi menjadi berbagai produk yang bermanfaat.

Pemisahan kulit dan biji pinang dalam jumlah banyak tentunya membutuhkan waktu dan tenaga yang besar sehingga tidak efisien jika dilakukan secara manual. Untuk itu dibutuhkan suatu mesin yang dapat mengupas kulit pinang serta menghasilkan bentuk biji yang masih utuh dan tidak pecah.

Prinsip kerja mesin pengupas kulit pinang

Komponen-komponen utama mesin pengupas kulit pinang terdiri dari hopper, pemisah kulit dan biji pinang, saluran output, motor listrik yang berfungsi sebagai penggerak yang menghubungkan poros atau roller pisau pengupas, sabuk dan puli.

Buah pinang dimasukkan melalui hopper yang berada pada bagian atas mesin, dengan adanya gaya gravitasi buah pinang bergerak dengan sendirinya kebawah untuk selanjutnya diproses menggunakan pisau pengupas yang berputar dengan kecepatan rpm yang telah ditentukan sesuai spesifikasi mesin.

Ilustrasi mesin pengupas kulit pinang

Mesin pengupas kulit pinang ini disusun dengan poros atau roller yang terpasang pisau pengupas yang telah didesain dan diatur jarak potongnya sesuai kebutuhan untuk mengupas dan memisahkan kulit dan biji pinang.

Mesin pengupas kulit pinang terdiri dari dua prospek, yakni mesin pengupas kulit pinang kering dan mesin pengupas kulit pinang basah. Perbedaan keduanya terletak pada jenis mata pisau yang digunakan sesuai dengan struktur kulit pinang tersebut.

Proses perancangan mesin pengupas kulit pinang

Proses perancangan suatu mesin terdiri dari perencanaan peralatan, bahan dan material mesin, perencanaan desain dan gambar kerja mesin, proses pembuatan mesin dan proses perakitan mesin.

Mesin pengupas kulit pinang dirancang dengan memperhitungkan spesifikasi dan dimensi dari masing-masing komponen-komponen utama mesin berdasarkan desain dan gambar kerja mesin yang telah dirancang. Peralatan dan bahan yang diperlukan serta material yang digunakan harus sesuai dengan sifat material seperti ketahanan, daya putar yang diperlukan pada setiap komponen-komponen mesin tersebut.

Proses pembuatan komponen-komponen mesin terdiri dari pembuatan rangka, pembuatan poros dan pisau pengupas, pemisah kulit dan biji pinang, pembuatan hopper, saluran output dan penutup rangka mesin.

Proses perakitan mesin dilakukan dengan memasang setiap komponen-komponen mesin yang telah dibuat berupa pemasangan poros dan pisau pengupas, saluran pemisah kulit dan biji pinang, pemasangan sabuk pada puli, memasang penutup atau casing pada rangka mesin bagian luar, pasang motor listrik sebagai penggerak mesin dan terakhir mesin siap diuji dan layak diproduksi serta dipasarkan kepada khalayak ramai.

Untuk artikel-artikel lainya terkait mesin pengolahan pangan dan pertanian, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Kontributor: Rizki Maulizar

Email: rizkimaulizar23@gmail.com