Bearing Stress: Pengertian, Rumus, dan Aplikasi dalam Teknik Mesin
Apa Itu Bearing Stress?
Bearing stress (tegangan tumpu) adalah tekanan yang terjadi ketika dua permukaan benda saling menekan satu sama lain, menyebabkan deformasi lokal pada area kontak. Fenomena ini kritis dalam desain sambungan mekanis seperti:
-
Sambungan baut dan mur
-
Paku keling (rivet)
-
Tumpuan struktur (bearings)
Rumus Bearing Stress
Tegangan tumpu dihitung dengan:
σb=F/Ab
Keterangan:
-
σb: Bearing stress (Pa atau MPa)
-
F: Gaya tekan (N)
-
: Area proyeksi kontak (m²)
Contoh Perhitungan:
Sebuah baut berdiameter 10 mm menahan gaya 5.000 N. Hitung bearing stress jika ketebalan pelat 5 mm.
Ab=d×t=10 mm×5 mm=50 mm^2
σb=5000 N/(50×10^6)m^2=100 MPa
Jenis Bearing Stress
-
Static Bearing Stress
-
Terjadi pada beban statis (konstan).
-
Contoh: Sambungan rangka baja.
-
-
Dynamic Bearing Stress
-
Disebabkan beban berulang atau impact.
-
Contoh: Sambungan roda kereta api.
-
Faktor yang Mempengaruhi Bearing Stress
✅ Kekerasan Material: Logam keras (e.g., baja) lebih tahan deformasi.
✅ Luas Area Kontak: Semakin besar area, semakin rendah tegangan.
✅ Geometri Sambungan: Lubang oval atau tidak simetris meningkatkan konsentrasi tegangan.
Aplikasi dalam Industri
-
Desain Sambungan Baut
-
Bearing stress menentukan diameter minimum baut agar tidak terjadi kegagalan.
-
-
Struktur Jembatan
-
Analisis tumpuan (bridge bearings) untuk menahan beban dinamis kendaraan.
-
-
Manufaktur Pesawat
-
Optimasi sambungan paku keling di sayap pesawat.
-
Studi Kasus: Kegagalan Akibat Bearing Stress
Sebuah mesin industri mengalami kerusakan pada sambungan baut akibat:
-
Penyebab: Bearing stress melebihi yield strength material (250 MPa).
-
Solusi: Mengganti baut dengan diameter lebih besar (meningkatkan Ab).
Tips Mengurangi Bearing Stress
-
Gunakan pelat distribusi beban (washer) untuk memperluas area kontak.
-
Pilih material dengan kekerasan tinggi (e.g., baja paduan).
-
Hindari beban eksentris yang tidak merata.
FAQ
Q: Apa beda bearing stress dan compressive stress?
A: Bearing stress terjadi di permukaan kontak, sedangkan compressive stress di seluruh material.
Q: Bagaimana mengukur bearing stress secara eksperimental?
A: Gunakan strain gauge atau uji kekerasan Rockwell.
Q: Apakah bearing stress berlaku untuk material non-logam?
A: Ya, termasuk komposit dan polimer, tetapi perhitungannya lebih kompleks.
KONTRIBUTOR: Daris Arsyada
Sumber:
http://www.ah-engr.com/som/4_basic/text_4-4.htm (Diakses pada tanggal 11 April 2025)
https://www.bu.edu/moss/mechanics-of-materials-stress/ (diakses pada tanggal 11 April 2025)

