Suspensi sepeda motor

Suspensi sepeda motor merupakan bagian dari chasis yang dipasangkan diantara bagian bodi atau rangka sepeda motor dengan roda-roda yang berfungsi untuk meredam kejutan atau getaran-getaran akibat beban dinamis dan beban statis yang berupa kondisi atau lonjakan jalan dan berat serta beban kendaraan yang menjadi tumpuan.

Sumber: https://m.medcom.id

Suspensi sepeda motor bekerja untuk meredam getaran-getaran atau kejutan- kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan jalan, suspensi sepeda motor ini juga berfungsi untuk menopang atau menahan beban kendaraan dan pengendara.

Suspensi dibuat dengan konstruksi dan material yang fleksibel sehingga mampu menyesuaikan dengan pembebanan yang ditumpu sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan stabilitas selama berkendara.

Suspensi bekerja secara fleksibel dengan menangkap getaran atau kejutan yang berasal dari roda akibat atau kondisi permukaan jalan kemudian suspensi melakukan gerakan mengayun untuk mengembalikan kembali getaran tersebut ke roda sehingga tidak menimbulkan getaran atau kejutan pada body atau rangka sepeda motor.

Pada dasarnya sistem suspensi merupakan penggabungan antara pegas dan peredam kejut, hal tersebut berfungsi untuk menstabilkan kembali dengan meredam atau menyerap gerakan ayunan berlebihan pada pegas yang ditimbulkan oleh getaran- getaran permukaan jalan.

Gangguan atau kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada suspensi sepeda motor adalah ketidakstabilan suspensi dalam meredam dan menahan guncangan dan pembebanan akibat suspensi depan atau belakang yang melemah artinya gerakan suspensi untuk menstabilkan terlalu lambat dan adapula suspensi depan atau belakang yang terlalu kaku dan keras sehingga penstabilan menjadi tidak normal sehingga dapat menimbulkan suara atau getaran yang tidak normal pada suspensi.

Suspensi yang melemah baik pada suspensi depan maupun belakang disebabkan oleh pemasangan per atau pegas yang melemah dan pemakaian minyak yang melumasi dan meredam kejutan tidak sesuai dengan kriteria dan standar pemakaiannya sehingga dapat disebabkan pula oleh penggunaan minyak yang berlebihan.

Sedangkan suspensi yang terlalu keras juga disebabkan oleh penggunaan minyak yang tidak tepat untuk meredam kejutan dan berkurangnya minyak yang digunakan akibat kebocoran sehingga kinerja suspensi tidak stabil menjadi keras dan kaku.

Munculnya suara atau getaran yang tidak normal pada suspensi disebabkan oleh kerusakan pada salah satu komponen sistem suspensi baik pada bagian tabung suspensi maupun seal yang terdapat pada pegas untuk menahan atau meredam getaran.

Langkah perbaikan dan perawatan sistem suspensi dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, periksa setiap detail komponen suspensi apakah mengalami kebocoran atau kerusakan. Jika terjadi kebocoran maka segera lakukan pembongkaran dan ganti oil seal yang telah aus.

Bersihkan minyak pada kedua pipa garpu dan ganti dengan minyak yang baru sesuai spesifikasi yang digunakan. Gunakan dial indicator untuk memeriksa kebengkokan pada pada kedua poros roda depan, roda belakang dan dudukan poros garpu belakang.

Lakukan pembongkaran dan perbaikan sesuai spesifikasi petunjuk servis suspensi yang dilakukan sesuai prosedur. Jangan lakukan pembongkaran dengan cara dipukul dan jangan pula mencuci komponen yang terbuat dari karet atau seal. Lakukan penggantian oli untuk melumasi bagian komponen suspensi sesuai standar pembongkaran dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai untuk pembongkaran dan perbaikan suspensi.

Setiap komponen pada suspensi yang mengalami kerusakan, keausan dan pembengkokan maka harus dilakukan perbaikan yang sesuai standar servis atau perawatan berkala untuk suspensi.

Untuk artikel-artikel lainya terkait teknik otomotif, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:
Wahyuni, Siti. 2014. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Untuk SMK/MAK Kelas XII.

Surakarta: Putra Nugraha
Wahyuni, Siti. 2014. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor Untuk SMK/MAK Kelas XI.

Surakarta: Putra Nugraha

https://m.medcom.id/amp/zNPdjRgN-ini-musuh-bersama-rantai-dan-suspensi-sepeda-motor (Diakses pada 29 Januari 2021)

Pompa oli sepeda motor

Pompa oli sepeda motor berfungsi untuk memberi tekanan dan mendistribusikan atau mensirkulasikan oli keseluruhan komponen-komponen mesin sepeda motor. Oli disirkulasikan secara merata dengan debit yang telah ditetapkan sesuai standar untuk melumasi komponen-komponen mesin sehingga mampu bergerak dinamis tanpa terjadinya gesekan dan hambatan.

Sumber: https://bacabrosur.blogspot.com

Oli bekerja untuk melumasi dan melindungi komponen mesin dari keausan akibat pergerakan komponen-komponen bergesekan yang secara kontinu lama- kelamaan akan menimbulkan keausan, meredam panas dan getaran yang timbul dan dapat merusak fungsi kerja komponen mesin sepeda motor.

Salah satu komponen yang harus diperhatikan kebersihannya adalah filter oli. Filter oli yang tidak pernah diganti atau tidak bersih dapat menyebabkan masuknya zat kontaminasi yang bercampur dengan oli yang nantinya akan menghilangkan efektivitas kinerja daripada oli tersebut sehingga secara kontinu akan menyebabkan kerusakan pada pompa oli.

Oleh karena itu perawatan pada pompa oli dilakukan dengan mengecek dan membersihkan serta mengganti filter oli tersebut jika telah mengalami kerusakan. Pengecekan selanjutnya dilakukan pada komponen-komponen gear pompa oli. Jika gear mengalami keausan maka harus diganti dengan komponen gear lain sehingga efektivitas kinerja pompa dapat berfungsi maksimal kembali.

Selain keausan pada komponen gear, pompa oli juga dapatmengalami penyumbatan atau oli tidak dapat mengalir pada selang salurannya. Hal itu disebabkan oleh masuknya udara melalui selang yang mengakibatkan oli tidak dapat mengalir dengan lancar. Oleh karena itu pada saat pembersihan atau pengecekan, jangan gunakan udara bertekanan untuk membersihkan selang pompa oli.

Pengecekan pompa oli untuk mengetahui apakah mengalami kerusakan atau masih bekerja dengan normal dapat dilakukan dengan melakukan pembongkaran dan periksa lubang kecil pada saluran oli, jika olinya tidak mampu mengalir keluar dari saluran tersebut maka dapat dipastikan pompa oli tersebut mengalami kerusakan sehingga oli tidak dapat mengalir ke bagian silinder head.

Pompa oli merupakan komponen yang sangat penting sebagai sumber pengontrolan oli keseluruhan bagian-bagian mesin lainnya. Ibarat darah dalam tubuh yang harus disuplai keseluruhan organ tubuh lainnya, maka begitu pula sepeda motor.

Jika pompa oli tidak bekerja normal atau mengalami kerusakan, otomatis seluruh komponen mesin akan bekerja tanpa adanya suplai dan pelumasan sehingga mengakibatkan keausan, kelebihan panas atau overhaul akibat komponen yang saling bergesekan. Dan lebih parahnya lagi seluruh komponen dapat mengalami kerusakan fatal dan mesin mati total.

Oleh karena itu lakukan perawatan dengan membersihkan pompa oli dari zat- zat pengotor yang menutupi atau menyumbat saluran mengalirnya oli ke komponen lainnya.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber: https://bacabrosur.blogspot.com/2018/08/fungsi-pompa-oli-komponen-dan-cara- kerjanya.html?m=1 (Diakses pada 25 Januari 2021)

Kopling sepeda motor

Kopling merupakan alat penerus daya yang bekerja untuk memindahkan tenaga dari mesin ke roda sepeda motor sehingga sepeda motor dapat bergerak. Kopling meneruskan tenaga dari perputaran poros engkol ke transmisi dan melepaskan hubungan antara poros engkol dan transmisi melalui proses pemindahan gigi.

Sumber: www.semisena.com

Transmisi akan mengubah atau mengkonversi kecepatan perputaran poros dari kecepatan putar yang tinggi menuju kecepatan putar yang lebih rendah dan lebih bertenaga atau sebaliknya.

Dikutip dari laman daya auto.co.id kopling terdiri dari tiga jenis yang secara umum digunakan pada sepeda motor yaitu kopling manual, kopling sentrifugal dan kopling ganda.

Namun pada kendaraan sepeda motor biasanyaenggunakan kopling tipe plat yaitu kopling plat basah dan kopling plat kering. Kopling plat basah seluruh komponen akan dilumasi dan direndam oli sedangkan kopling plat kering tidak dilumasi oli. Oleh sebab itu oli yang digunakan pada kedua kopling ini juga berbeda sesuai standar JASO yang digunakan untuk kopling basah dan kering. Dikutip dari laman kompas.com JASO MA untuk kopling kering biasanya digunakan pada sepeda motor bebek sedangkan JASO MB untuk kopling basah biasanya pada sepeda motor matic.

Tune up atau perawatan berkala pada komponen-komponen mesin kopling dapat dilakukan dengan memeriksa penggantian oli. Hal ini penting dilakukan karena kopling tersusun dari komponen-komponen yang berputar pada poros akan saling bergesekan. Oli melumasi seluruh komponen tersebut untuk mencegah benturan dan gesekan yang akan menyebabkan gangguan dan kerusakan pada komponen kopling tersebut.

Setelah dilakukan ganti oli, selanjutnya lakukan pemeriksaan pada kanvas kopling. Cek apakah kanvas kopling sudah habis atau sudah menipis maka harus diganti dengan kopling kopling yang baru.

Di kutip dari laman kompas.com, kanvas kopling yang menipis akan menyebabkan oli mesin menjadi hitam pekat disebabkan banyak serpihan-serpihan dan kotoran-kotoran yang menumpuk dan bercampur dengan oli sehingga menjadi cepat kotor.

Menipisnya kanvas kopling juga menyebabkan tarikan awal motor tidak responsif artinya tenaga tidak dapat tersalurkan dengan baik sehingga membutuhkan tenaga putar atau rpm yang lebih besar untuk menjalankan sepeda motor sehingga akan terasa berat ketika tuas kopling ditarik.

Langkah selanjutnya bersihkan kabel kopling, biasanya kabel kopling akan kotor akibat serpihan kerak-kerak dan kotoran yang menempel dan menumpuk pada kabel kopling tersebut. Maka gunakan cairan pelumas anti karat untuk membersihkan dan meminimalisir menumpuknya karat pada kabel kopling.

Tarik handling kopling untuk mengecek tarikan kopling apakah sudah berubah entek atau masih terasa berat. Jika masih berat maka tambahkan lagi cairan pembersih tersebut dan periksa kembali beberapa kali handling kopling tersebut.

Dan terakhir selalu perhatikan kualitas bahan bakar yang digunakan, hal ini juga penting untuk menjaga kehalusan dan kualitas tenaga yang dihasilkan dari proses pembakaran. Pembakaran yang sempurna akan berdampak pada tenaga yang diteruskan melalui kopling tersebut dan sebaliknya pembakaran yang buruk atau tidak sempurna akan berdampak buruk pula pada kinerja kopling.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/otomotif/read/2020/02/11/18240 0415/ciri-kampas-kopling-motor-manual-mulai-habis (Diakses pada 5 Janauari 2021)

https://www.semisena.com/7152/sepeda-motor-alami-selip-kopling-kenapa-ya.html (Diakses pada 5 Januari 2021)

https://www.wahanahonda.com/blog/4-cara-merawat-motor-kopling-agar-tetap- awet (Diakses pada 5 Januari 2021)

Oli sepeda motor

Pada dasarnya setiap komponen dan engine sepeda motor dalam waktu dan pemakaian tertentu akan mengalami perubahan atau penurunan efektifitas fungsi dan kinerja sebagaimana pada kondisi standarnya sehingga perlu dilakukan tune up.

Tune up sepeda motor adalah service atau perawatan berkala yang dilakukan untuk menstandarkan kembali komponen-komponen sepeda motor sehingga dapat berfungsi secara optimal kembali.

Tune up sepeda motor terdiri dari service engine, chasis dan kelistrikan. Tiga bagian ini merupakan prosedur penting dalam perawatan tune up sepeda motor.

Sumber gambar: m.kumparan.com

Langkah pertama untuk melakukan tune up engine sepeda motor adalah pemeriksaan oli. Oli berfungsi untuk melumasi dan mendinginkan komponen- komponen mesin sehingga dapat bergerak tanpa adanya gangguan panas dan gesekan.

Oli sepeda motor memiliki kekentalan tertentu dalam SAE (Society of Automotive Engineers) sesuai spesifikasi sepeda motor tersebut. Namun perlu diperhatikan jika viskositas atau kekentalan dari oli tersebut menurun, jumlah olinya berkurang, warnanya berubah drastis pada jangka pemakaian dua bulan dan mencapai jarak tertentu dalam km maka perlu dilakukan ganti oli pada sepeda motor tersebut.

Pemeriksaan oli pada sepeda motor dapat dilakukan dengan menggunakan stick oli. Pada pemeriksaan, jumlah oli yang berada dalam tangki oli harus berada antara tanda batas atas dan tanda batas bawah stick oli.

Dikutip dari laman kompas.com standar penggantian oli adalah setiap 2.000 km/2 bulan untuk sepeda motor sistem karburator dan 4.000 km/ 4 bulan untuk sepeda motor sistem injeksi.

Oli bekerja melumasi setiap komponen-komponen mesin dan komponen- komponen transmisi yang bergerak secara kontinu untuk menghasilkan tenaga dan daya mekanik sepeda motor. Dalam hal ini untuk sepeda motor tipe matic dikenal dengan dua istilah yaitu oli mesin dan oli gardan atau oli gear.

Pada sepeda motor matic, oli mesin hanya akan melumasi komponen mesinnya saja, sedangkan pada motor manual yang menggunakan engine 4 tak, oli mesin ini berfungsi ganda dengan bekerja melumasi komponen mesin dan sistem transmisinya sehingga pada sepeda motor jenis ini tidak menggunakan oli gardan.

Oli gardan hanya digunakan untuk sepeda motor matic, oli gardan ini bekerja untuk melumasi seluruh bagian gardan sepeda motor. Dikutip dari laman Teknik- Otomotif.com, penggantian oli gardan dilakukan setiap 15.000 km atau sekitar 1 tahun.

Sesuai dengan standar penggantiannya, oli harus diganti bila sudah mencapai waktu dan jarak tempuh sepeda motor tersebut walaupun dalam suatu kasus sepeda motor yang belum mencapai jarak tempuh standar dan jarang digunakan tetapi sudah mencapai tempo waktu standarnya maka tetap harus diganti olinya.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

Sumber:

https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/perbedaan-antara-oli-mesin-dan- oli.html?m=1#:~:text=Oli%20gardan%20atau%20oli%20gear,lebih%20kental%20dari% 20oli%20mesin (Diakses pada 3 Januari 2021)

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/otomotif/read/2020/01/30/08120 0715/waktu-ganti-oli-yang-tepat-untuk-motor-yang-jarang-dipakai (Diakses pada 3 Januari 2021)

https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/kumparanoto/ganti-oli- motor-sebaiknya-perhatikan-engine-hour-1qxNgp0QLsa (Diakses pada 3 Januari 2021)

FILTER OLI SEPEDA MOTOR

Tidak dapat dipungkiri, suatu zat akan terkontaminasi atau tercampur dengan zat atau bahan lain yang tentunya akan merusak sifat dan efektivitas dari zat tersebut. Oleh karena itu maka dibutuhkan suatu penyaring atau suatu alat yang dapat memisahkan atau menyaring zat kontaminasi tersebut.

Pada sepeda motor dikenal dengan filter, ada filter oli dan filter udara. Filter oli ini biasanya dimensinya agak kecil dan biasanya terletak dibawah mesin dibagian kiri.

Sumber: gridoto.com

Filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran berupa debu, partikel- partikel kecil atau flat sisa-sisa pembakaran yang tidak habis dibakar agar tidak bercampur dengan oli yang disirkulasikan keseluruhan komponen mesin dan masuk keruang bakar.

Efek yang akan ditimbulkan jika oli terkontaminasi dengan zat atau kotoran maka dapat menimbulkan beberapa kendala atau kerusakan terlebih lagi jika terjadi secara terus menerus.

Dikutip dari laman gridoto.com filter oli hanya dapat menyaring partikel- partikel berukuran 10-20 micrometer. Artinya partikel-partikel halus baik debu maupun zat kontaminan lainnya akan tetap masuk melewati filter oli. Itulah sebabnya meskipun menggunakan filter, oli pada sepeda motor berwarna hitam dan encer.

Akibatnya mesin harus bekerja keras dan bergerak lebih cepat sehingga akan terjadinya gesekan-gesekan pada komponen-komponen mesin tersebut. Biasanya jika hal ini terjadi secara kontinu maka mesin akan aus dan rusak sehingga energi mekanik yang dihasilkan tidak optimal.

Tune up atau perawatan berkala pada filter oli dilakukan dengan cara memeriksa dan membersihkan filter oli tersebut. Namun dalam suatu masa pemakaian filter oli tersebut harus diganti.

Pada dasarnya penggantian filter ideal dilakukan setiap melakukan penggantian oli. Dikutip dari laman m.kumparan.com penggantian filter tidak boleh lebih dari dua kali ganti oli.

Sama halnya oli yang harus diganti dalam waktu dan jarak tempuh 2.000 km atau 4.000 km yaitu sekitar dua atau empat bulan, filter oli juga harus rutin diganti. Dikutip dari laman gridoto.com filter oli harus diganti setiap 10.000 km atau 20.000 km sekitar satu sampai dua tahun sesuai dengan tipe filter yang digunakan.

Filter oli terdiri dari beberapa tipe yakni filter oli tipe kertas, kassa atau saringan kawat dan tipe cartride. Pada sepeda motor matic biasanya menggunakan filter oli tipe kassa atau saringan kawat. Filter kassa ini harus diganti dua tahun sekali. Sedangkan pada sepeda motor yang menggunakan filter oli tipe kertas seperti Yamaha Vixion, biasanya filter oli diganti sekitar satu tahun sekali.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

By Caesar Wiratama

aeroengineering_services merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA.

roda gila (flywheel)

Roda gila atau flywheel adalah sebuah roda yang berfungsi untuk menyimpan tenaga putar dari poros engkol sehingga poros engkol atau kruk as dapat terus berputar untuk menggerakkan piston pada langkah-langkah selanjutnya.

Poros engkol menerima tenaga putar dari torak pada saat langkah usaha. Pada langkah ini torak didorong menuju TMB akibat dari tekanan dan temperatur yang tinggi yang berasal dari proses pembakaran antara percikan bunga api dari busi dan campuran udara dengan bahan bakar.

Torak yang didorong kebawah memberikan tenaga putar pada poros engkol atau kruk as. Gaya putar tersebut disimpan pada alat transmisi roda gila untuk menggerakkan poros engkol pada langkah-langkah kerja berikutnya.

Tenaga putar pada poros engkol akan hilang akan momen inersia atau gesekan dan kelembaman yang terjadi sehingga dibutuhkan roda gila atau flywheel untuk menyimpan dan meredam gesekan dan kelembaman momen inersia tersebut.

Momen inersia adalah tingkat kelembaman suatu benda untuk tetap berotasi pada porosnya. Hal ini terdiri dari momentum, momen putar dan sudut putar pada benda tersebut artinya benda tersebut cenderung untuk menolak berotasi pada porosnya maka dikatakan terjadi gesekan sehingga dibutuhkan suatu peredam untuk mengatasi hal tersebut.

Oleh karena itu, tenaga putar yang disimpan pada flywheel atau roda gila akan terus memberikan gerak translasi atau gerak naik dan turunnya piston melalui batang penggerak pada saat melakukan kinerja atau langkah kerja engine.

Gerak translasi atau gerakan naik dan turunnya piston melalui batang penggerak harus dilakukan secara terus menerus untuk melakukan langkah kerja mesin.

Gerak translasi tersebut diubah menjadi gerak putar melalui poros engkol untuk disimpan pada roda gila, kemudian roda gila menyimpan dan menggerakkan kembali poros engkol agar langkah kerja engine dan piston dapat bekerja secara terus menerus selama mesin dihidupkan sehingga sepeda motor dapat terus bergerak.

Sama halnya dengan komponen-komponen mesin sepeda motor lainnya, roda gila atau flywheel ini juga dibuat dan difabrikasi dengan material dengan kelayakan uji mampu menahan gesekan dan menyimpan tenaga putar dengan kecepatan dan sudut putar tertentu.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Sumber gambar: https://www.teknik-otomotif.com/2016/09/fly-wheel-atau-roda-gila.html?m=1 (Diakses pads 18 September 2020)

poros engkol

Crankshaft/Kruk as atau biasa disebut dengan poros engkol merupakan bagian dari komponen mesin sepeda motor yang mengubah gerak translasi yaitu gerak vertikal dan horizontal menjadi gerak rotasi berupa gerakan putaran.

Untuk mengkonversi gerak translasi menjadi gerak rotasi, poros engkol membutuhkan pena engkol (crankpin) yaitu sebuah bearing yang berada pada ujung batang penggerak yang dipasangkan pada silinder.

Gerak putar yang dihasilkan diteruskan melalui roda gila atau fly wheel. Roda gila mentransmisikan daya sehingga dapat menggerakkan sepeda motor.

Poros engkol merupakan pusat poros dari setiap gerakan piston, gerakan translasi berupa gerak naik turun pada piston bertumpu pada poros engkol sehingga setiap gerakan translasi tersebut bersumber dari poros engkol atau crankshaft.

Poros engkol memiliki konstruksi sebagai berikut yaitu oil hole, crank pin, crank journal dan counter balance weight.

Oil hole merupakan komponen pada crankshaft yang berfungsi sebagai saluran pelumasan. Oil hole ini berupa lubang atau saluran masuknya oli untuk melumasi komponen poros engkol.

Crank pin adalah komponen pada crankshaft yang berfungsi sebagai tempat tumpuan big end dan connecting rod. Crank pin merupakan bearing tambahan yang dipasang pada batang penggerak yang terletak dibawah silinder.

Crank journal adalah komponen pada crankshaft yang berfungsi sebagai titik tumpu pada blok motor. Komponen dari crankshaft yang berhubungan dengan blok silinder mesin.

Counter balance weight merupakan bagian crankshaft yang berfungsi sebagai bobot penyeimbang putaran. Pada umumnya crank pin yang dipasang tidak segaris dengan poros karena itu dibutuhkan counter balance weight untuk menyeimbangkan putaran poros engkol ketika beroperasi.

Pada umumnya poros engkol difabrikasi melalui die casting atau biasa disebut proses pengecoran dengan menggunakan material paduan yang memiliki sifat- sifat material yang sesuai dengan kinerja komponen mesin sepeda motor. Proses ini sangat efektif untuk mencetak suatu produk dengan bentuk dan dimensi yang rumit.

Selain proses pengecoran, proses fabrikasi crankshaft ini juga harus melewati beberapa proses manufaktur lainnya berupa proses penempaan, proses forging dan proses finishing. Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh crankshaft yang mampu menahan beban dan putaran mesin yang tinggi.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

Sumber gambar:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Poros_engkol (Diakses pada 13 September 2020)

piston (torak)

Piston atau torak merupakan bagian yang sangat penting dari sepeda motor karena pada bagian inilah sumber energi mekanik diproses dan dihasilkan.

Sumber: http://www.ikatanmotorhondajawabarat.com

Sistem kinerja piston biasa disebut langkah hisap, langkah kompresi, langkah usaha dan langkah buang. Mesin sepeda motor terbagi pada dua tipe yaitu mesin sepeda motor 4 tak dan mesin sepeda motor 2 tak. Pada kedua tipe memiliki kinerja dan perbedaan masing-masing pada siklus kerjanya.

Piston bergerak dari TMA atau titik mati atas yaitu pada bagian atas blok silinder, dimana TMA merupakan titik tertinggi piston bergerak keatas kemudian piston menuju ke TMB atau titik mati bawah. Dimana TMB merupakan titik terbawah piston bergerak dibawah pada ruang pembakaran atau blok silinder.

Siklus langkah kerja piston dimulai dari langkah hisap, udara dan bahan bakar dengan rasio kompresi tertentu sesuai dengan perbandingan campuran pada kinerja mesin sepeda motor.
Pada langkah hisap ini piston bergerak dari TMA menuju TMB. Katup masuk terbuka dan katup buang tertutup. Bahan bakar dan udara masuk dan dihisap melalui katup masuk.

Langkah kedua piston melakukan langkah kompresi, piston bergerak dari TMB menuju TMA. Pada langkah ini bahan bakar dan udara yang sudah dihisap selanjutnya dikompresi dengan tekanan tertentu dengan percikan bunga api yang berasal dari busi untuk melakukan proses pembakaran. Kedua katup pada proses ini dalam keadaan tertutup.

Langkah ketiga piston melakukan langkah usaha. Campuran udara dan bahan bakar yang terbakar melalui percikan bunga api menimbulkan tekanan dan temperatur yang tinggi sehingga mendorong piston bergerak kembali dari TMA menuju TMB. Sedang kedua katup pada proses ini dalam keadaan tertutup. Proses inilah yang disebut langkah usaha atau langkah kerja piston.

Dan terakhir adalah langkah buang. Pada langkah ini piston bergerak dari TMB menuju TMA. Pada langkah ini sisa-sisa pembakaran disalurkan dan dibuang melalui katup buang dan dibuang melalui knalpot. Disini katup masuk tertutup dan katup buang terbuka.

Komponen-komponen yang terdapat pada piston diantaranya ring piston, pin piston, batang torak, dan poros engkol atau crankshaft.

Energi kimia yang berasal dari bahan bakar dikonversi menjadi energi mekanik melalui langkah kerja piston. Energi mekanik ini ditransmisikan sehingga bekerja dengan optimal untuk menggerakkan komponen mesin sepeda motor.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

Sumber gambar:

http://www.ikatanmotorhondajawabarat.com/read/Other/15080-Torak- Apakah-Sih-Itu (Diakses pada 12 September 2020).

bearing (laher)

Laher atau biasa disebut bearing as merupakan komponen sepeda motor yang berfungsi menghubungkan tromol dengan as roda sepeda motor.

Laher berfungsi untuk menahan dan meredam kejutan pada roda ketika melalui lintasan yang rusak atau bergerigi sehingga roda mampu berputar dengan bebas tanpa gesekan apapun.

Sumber: https://www.google.com/amp/s/www.jawapos.com

Perputaran poros pada roda sepeda motor cenderung terjadi gesekan dan hambatan dengan komponen-komponen yang lain pada rumah as dan velg motor sehingga dibutuhkan komponen yang mampu meredam gesekan dan hambatan tersebut sehigga roda dapat berputar dengan stabil.

Laher atau bearing as memiliki beberapa bagian yaitu lingkaran besi yang ada dibagikan luar, bola besi atau biasa disebut gotri dan lingkaran besi yang berada didalam poros laher.

Beberapa faktor penyebab kerusakan pada laher atau bearing as diantaranya pemakaian sepeda motor dalam jangka lama dengan jarak tempuh yang jauh kemudian servis dan perawatan pada laher atau bearing as jarang dilakukan sehingga menyebabkan laher rusak dan harus diganti.

Beberapa kerusakan pada laher yang sering terjadi diantaranya akan terdengar suara kasar pada laher roda depan terlebih jika sepeda motor melewati lintasan yang rusak pula dengan laju yang cepat maka bunyi suara kasar tersebut akan terdengar sangat jelas.

Gejala kerusakan laher berikutnya adalah bagian kemudi depan bergetar pada saat sepeda motor dihidupkan, itu artinya laher mengalami kerusakan dan kelonggaran sehingga bagian-bagian laher tidak dapat berfungsi atau bekerja dengan baik atau rusak.

Bagian kemudi depan bergoyang, makan ini tandanya laher juga mengalami kerusakan. Hal ini berarti laher mengalami kelonggaran sehingga tidak dapat lagi meredam gesekan atau kejutan pada poros roda sepeda motor.

Poros roda sepeda motor ini berfungsi menghubungkan bagian roda dan kemudi sepeda motor bagian depan. Hal ini berfungsi untuk menahan beban dan gesekan pada roda sepeda motor.

Maka akan sangat fatal jika menggunakan sepeda motor dengan laher/bearing as yang rusak. Selain mengganggu ergonomis dan kenyamanan, hal ini akan berbahaya pula sehingga harus dilakukan penggantian atau proses reparasi.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)

Sumber gambar:

https://www.google.com/amp/s/www.jawapos.com/oto-dan- tekno/otomotif/22/02/2018/sepele-tapi-penting-cermati-kode-laher-biar-kruk-as- tak-rompal/%3famp (Diakses pada 18 September 2020)

kepala silinder (cylinder head)

Sepeda motor merupakan kendaraan roda dua dengan komponen-komponen mesin yang sederhana namun tersusun sangat kompleks artinya komponen- komponen mesin sepeda motor berdimensi sederhana namun memiliki fungsi dan kinerja yang extraordinary atau luar biasa.

Kepala silinder adalah salah satu komponen utama mesin sepeda motor. Komponen ini sangat penting karena pada komponen inilah terdapat ruang pembakaran.

Ruang pembakaran merupakan tempat pembakaran campuran bahan bakar dan udara dengan perbandingan rasio kompresi tertentu sehingga menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan dari pembakaran ini digunakan untuk menggerakkan kerja mesin.

Kepala silinder juga berfungsi sebagai tempat pemasangan busi, tempat kelengkapan mekanisme katup, tempat saluran pemasukan dan pembuangan, dan tempat sistem pendingin (mantel pendingin/ water jacket).

Busi (Spark Plug) berfungsi memercikan bunga api pada campuran bahan bakar dan udara sehingga terjadinya proses pembakaran.

Mekanisme katup merupakan tempat membuka dan menutupnya katup masuk dan katup buang. Campuran bahan bakar dan udara masuk melalui katup masuk dan selanjutnya gas sisa-sisa pembakaran akan dikeluarkan melalui katup buang.

Tempat saluran pemasukan dan pembuangan berfungsi sebagai filter untuk membersihkan udara yang masuk dan kemudian bercampur dengan bahan bakar dan juga meredam suara gas sisa-sisa pembakaran yang keluar melalui katup buang.

Tempat pemasukan dan pembuangan ini tersusun atas komponen-komponen utama yang terdiri dari saringan, katup masuk (intake manifold), katup buang dan knalpot.

Mantel pendingin atau water jacket merupakan sistem pendingin yang menggunakan cairan yang berfungsi untuk mendinginkan kembali komponen engine akibat temperatur dan tekanan yang tinggi. Cairan ini bersirkulasi melalui saluran-saluran yang terhubung kepada komponen-komponen mesin.

Selain itu kepala silinder ini dibuat dengan material yang mampu menahan temperatur dan tekanan yang tinggi pada saat engine sedang bekerja. Dan material tersebut juga harus mampu melakukan proses pendinginan sehingga siklus dan proses kerja engine dapat mencapai kinerja yang optimum.

Untuk artikel-artikel lainya terkait motor bakar, klik di sini.

By Caesar Wiratama

aeroengineering.co.id merupakan jasa layanan dibawah CV MARKOM dengan berbagai jenis solusi, mulai dari drafting CAD, pembuatan animasi, simulasi aliran dengan CFD dan simulasi struktur dengan FEA. Pelajari selengkapnya di sini.

KONTRIBUTOR: Rizki Maulizar (rizkimaulizar23@gmail.com)